Dalam sejarah  keberadaan umat manusia mulai dari Nabiyullah ADAM As  s.d.  Nabi Isa As, tidak ada yang menyamai Kegigihan dan Kesabaran demi  memperjuangkan Umatnya KECUALI  Muhammad Rosulullah SAW.  bagaimana mana sepak terjangnya beliau  mulai dari Sholat  50 waktu   s.d. bisa  5 waktu (diperoleh dalam Isro’ mi’rat) , Ibadah 80 tahun lebih namun bagi Umat Muhammad bisa dilakukan hanya satu hari satu malam Yakni Ibadah dalam Malam Lailatul Qodar.  demikian juga amal  satu tahun bisa dilaporkan waktunya hanya dalam satu hari  yaitu Malam Nisfu Sya’ban/Malam Baro’ah.  semua itu jeri payah Muhammad Rosulullah SAW.  Apakah kita tidak bersyukur kepada Nya, apakah kita lalai atas jerih Payahnya. Sehingga Malam-malam yang AGUNG disepelehkan, dilupakah bahkan dibuat maksiat kapda Allah SWT ?   Alangkah naifnya HIDUP kita kelak akan bertemu dengan kepayaan yang luar biasa di Hari Qiamat  sebagai SANGU/BEKAL  kita menghadap Illahirobbi. jika kita tidak bisa memanfaatkan Malam-Malam Istimewah itu tentu kita rugi sendiri.

dinamakan Malam Baro’ah karena Allah pada malam itu (Malam Nisfu Sya’ban) membebeskan para musuh-Nya dan orang orang durhaka dari syurga.  sedangkan hamba-hambanya yang bertaqwa dan dikasih-sayangi dibebaskan dari api neraka.  Juga dikatakan bahwa pada malam itu TERANGKATLAH dari bumi semua amal-amal yang dilakukan oleh manusia selama satu tahun, dan pada malam itu pula Allah SWT membagi-bagikan REJEKI-Nya

diriwayatkan oleh Syaidina Ali ra.  bahwa Rosulullah SAW bersabda ” Jika tiba pertengahan baulan Sya’ban, maka bangunlah kamu pada malam harinya bersholat dan pada siang harinya berpuasa.  Karena Allah pada saat itu turun kelangit bumi diwaktu matahari terbenam. dan berfirman “Adakah yang meminta-minta, akan Ku beri permintaannya dan adakah yang beristighfar akan Ku ampuni ia dan adakah yang mengharapkan rejeki akan Ku berikannya” demikian sampai fajar menyingsing..

dan riwayatkan oleh Nasher Bin Said bahwa Rosulullah SAW bersabda ” Ketika tiba malam ke 13 bulan Sya’ban. datanglah padaku. Jibril seraya berseru : ” Hai Muhammad ! tibalah saatnya Sholat Tahajjut untuk menyampaikan permohonan-permohonanmu bagi umatmu”. kemudian datang lagi di waktu fajar dan berkata :  ” Hai Muhammad !  sesungguhnya Allah SWT, telah menyerahkan kepadamu sepertiga dari umatmu”. Lalu menangislah Rosulullah SAW dan bertanya. bagiamana nasih umatku duapertiganya yang lainnya ?  Jibril menjawab : aku tidak tahu”.  Akan tetapi datang lagi Jibril pada malam keempat belas menyuruh NABI Bangun untuk Sholat Tahajjut, kemudian diwaktu fajar datang Jibril memberi tahu bahwa Allah SWT telah memberi kepadamu dua pertiga dari Umatmu.  Lalu NABI menangis  dan bertanya : Bagaimana nasib yang sepertiga dari umatku ??? Jibril menjawab saya tidak tahu .  Tetapi Jibril datang lagi dalam malam kelima belas (Malam Baro’ah) dan menyampaikan berita gembira kepada Nabi Muhammad SAW : Bahwa Allah SWT telah menyerahkan kepadamu tentang umatnya KECUALI mereka yang Musyrik.  Berkata Jibril kepada Nabi Muhammad SAW : ” Angkatlah kepalamu dan pandanglah ke atas”  Rosulullah melihat bahwa pintu-pintu langit terbuka dan para Malaikat dari mulai langit, bumi dan Arsy bersujud beristighfar memintakan ampun bagi Umat Muhammad SAW.  Sedang pada tiap pintu berada seorang Malaikat yang berada di pintu langit pertama ” BAHAGIALAH  orang RUKU’ pada malam ini.  Pada Pintu langit kedua berkatalah Para Malaikat :  BAHAGIALAH orang SUJUD pada malam ini.  Pada pintuk langit ketiga para Malaikat berkata ” BAHAGIALAH bagi orang yang BERZHIKIR  pada malam ini. para Malaikat pada Pintu Langit ke empat berkata “BAHAGIALAH barang siapa yang BERDO’A pada malam ini Pada pintu langit ke lima Pra Malaikat berkata ” BAHAGIALAH barang siapa yang MENANGIS pada malam ini karena takut kepada Allah SWT. dan pada Pintu langit ke enam berkata para Malaikat ”  BAHAGIALAH orang yang beramal kebajikan pada malam ini.  para Malaikat pada pintu langit ke tujuh para Malaikat berkata ” BAHAGIALAH orang yang membaca Al QUR’AN malam ini.  Kemudian terdengarlah panggilan  : Adakah orang yang meminta untuk dikaabulkan permintaannya ? Adakah orang yang berdo’a untuk diterima do’anya  ??  Adakah orang yang bertaubat untuk diterima taubatnya ?? dan Adakah orang yang beristighfar untu diampuni dosa-dosanya.

dan disebutkan dalam hadist lainnya  Rosulullah SAW Bersabda ” Pintu-pintu rahmat terbuka bagi umatku dari permulaan malam hingga fajar menyingsing.  Sesungguhnya Allah SWT dalam malam ini membebaskan dari neraka sebanyak bilangan rambut domba milik Bani Kaleb.

Allahuakbar demikian Rosul berharap umatnya memperoleh keistimewaan dalam menjalani hidup pada akhir zaman ini, sehingga tak henti-hentinya Rosul berhadap kepada Allah SWT agar umatnya memperoleh keistimewaan ibadah dalam waktu yang singkat  hidup ini.    Tinggal kita bisa merenung lebih dalam tentang HAKEKAT hidup yang  sebenarnya ??? . karena hidup di dunia ini serba singkat, dan pendek serta tidak ada yang kekal semuanya akan kita tinggalkan selain Amalan-amalan yang sholeh dan ikhlas. semoga kita bisa memaknai HIDUP dalam suasan Nisfu Sya’ban lebih SAKRAL  amin

oleh Abdul Chalim Ma’ruf

Bulan sya’ban adalah bulan yang dimuliakan oleh Alloh dan termasuk 4 bulan yang MULIA disisi oleh diperuntukkan Umat Muchammad Rosulullah seperti yang perna disabdakan Baginda Rosul ” Kelebihan bulan Sya’ban di atas lain lain bulan seperti kelebihannku di atas nabi-nabi.  Sedangkan kelebihan bulan Romadhon atas lain lain bulan seperti kelebihan Alloh atas hamba-Nya”  oleh karena itu patutlah kita mengagungkan bulan Sya’ban dan dalam Hadist lainnya Rosulullah bersabda ” Barang siapa memuliakan bulan Sya’ban, bertaqwa dan bertaat kepada Alloh SWT dan menahan dirinya tidak berbuat maksiat, Alloh mengampuni dosa-dosa dan mengamankan dari Bala’/musibah serta penyakit dalam satu tahun itu.

Dalam Kitab Dharul Nasikhin disebutkan pula bahwa bulan Rajab adalah bulan untuk mensucikan BADAN,  bulan Sya’ban untuk mensucikan HATI, dan bulan Romadhon untuk mensucikan JIWA.  Maka barang siapa menusucikan badan dalam bulan Rajab, ia mensucikan hatinya dalam bulan Sya’ban dan barang siapa mensucikan hatinya dalam bulan Sya’ban berarti ia mensucikan  jiwanya dalam bulan Romadhon.  bahkan orang ahli Hikma mengatakan ” bulan Rajab adalah bulan untuk beristighfar dari segala dosa, bulan Sya’ban untuk memperbaiki hati dari segala noda dan aib, bulan Romadhon untuk menerangkan/menyinari HATI dan Lailatul Qodar untuk mendekatkan kepada Alloh SWT.

Oleh sebabkan patutlah kita sebagai Umat Rosulullah menghiasi diri dengan melakukan taat dan memperbanyak membaca Al Qur’an dan beristighfar serta Berselawat kepada Baginda Rosulullah SAW, demikian ketaat dan Taqwa akan semakin meningkat sehingga pada akhirnya tatkalah kita dipanggil Alloh (wafat) dalam keadaan Khusnul Khotimah.

Karena Bulan Sya’ban bulan untuk berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Alloh SWT seperti yang telah difirmankan dalam Al Qur’an Surat Asy-Syuura “Barang siapa menghendaki keuntungan di akherat akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian kecil dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian di akherat.  yang jelas mereka akan menjadi orang yang rugi

Oleh sebab itu orang-orang sholeh pada malam Nisfu Sya’ban lebih giat, lebih semangat dan lebih ketaatannya kepada Alloh SWT, karena mereka memahami dan mengerti bahwa pada Malam itu semua amal-amalan kita dalam 1 tahun diaturkan/dilaporkan kepada Alloh Ajawajallah.  seperti yang sabdakan Rosulullah SAW “Alloh menaikkan amal-amal hamba-Nya dalam bulan ini. artinya malam Nisfu Sya’ban.   demikian juga para sholikhu Sholeh selalu berwasiat kepada putra-putrinya, satri-santrinya, diajak pada malam itu membaca Surat Yasin 3 x  bersama dan mempebanyak membaca Istighfar, Tasbih danTasmid serta Selawat kepada Baginda Rosulullah SAW.  bahkan semua aktivitas malam itu ditujukan/diperuntukkan ketaatan kepada Alloh SWT semat-mata mencari Ridho Illahirobby.diriwatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa Baginda Rosul bersabda yang artinya ” datang padaku Jibril pada malam pertengahan (malam Nisfusya’ban), Hai Muhammad !!!!  malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintu rakhmat terbuka, maka bangun dan  sebanyanglah dan angkatlah kepala (berdo’a)  &  kedua tanganmu ke langit “.  “Malam apakah ini hai Jibril” aku bertanya.  Menjawab Jibril : inilah suatu malam dimana dibuka 300 pintu rahmat, dimana Alloh SWT mengampuni dosa-dosa hmba nya selama mereka tidak Musrik (menyekutukan Alloh SWT), tukang sihir, tukang nujun (ahli bedek/para normal), pamabuk (narkoba), pelaku zina (pelacur), pemakan harta riba, durhaka kepada orang tua, tukang fitnah (adu domba), memutus hubungan keluarga. mareka tidak diampuni selama mereka tidak bertaubat”. lalu Rosulullah SAW keluar melakukan sholat dan seraya menangis Rosulullah SAW berdo’a dalam sujudnya : ” Yaaa Robbb ya Tuhanku !!! aku berlindung kepada-Mu dari Azab-Mu dan kemarahan-Mu.  Aku tidak dapat menghitung pujian-pujian bagi-Mu sebagimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.  bagi-Mu segala puji sampai Engkau Ridho dan puas.

Dengan Riwayat tersebut di atas jelaslah Rosul aja berbuat demikian agar umatnya selalu memohon berlindungan kepada Alloh dan selalu berharap banyak kepada kebesaran Alloh SWT dan tidak diperkenankan kita untuk PUTUS ASAH atas Rahmat Alloh, dalam bentuk kepasrahan inilah yang hakeki kepada  Alloh SWT.  dengan MOMENTUM demikian ayooo kita ajak putra-putri kita lebih banyak takarrub  lebih mendekatkan diri dalam suatu suasa  NISFU SYA’BAN yang lebih Syakrar, lebih hitmat  dan tidak menyimpang dari kaidah hukum syar i.. itu semua ajaran Ahli Sunnah Waljamah.

 

 

 

ADA APA DENGAN GUNUNG KELUD ……  ????

Hari kamis malam jum’at tanggal 14 feb’2014  hari yang menggetarkan jiwaku  saat jam 15.00 wib Stasiun TV menyiarkan dan memberikan informasi tentang Gunung Kelud yang masih dalam zona aman tiba-tiba Meletus secepat itu ?  Subhannalloh itulah takdir dan garis Illahi yang sudah menjadi suratan bagi warga jawa timur. Tapi anehnya warga Jugjakarta yang kena dampaknya juga Allahuakbar ??

Apakah alam mulai bosan dengan tingkah laku  kita, yang bangga dengan dosa-dosa

Apakah alam mulai tidak bersahabat dengan kita ? karena Korupsi sudah menjadi budaya !

Apakah Gunung sudah tidak mau bergurau dengan kita ?  dikarenakan maksiat sudah mewabah menjadi virus ditiap-tiap jiwa masyarakatan kita  ??  jawabnya adalah Allah masih ingin menguji IMAN  kita  karena KASIH SAYANG  Allah lebih mendahului daripada MurkaNya !

KH. Nizar Nawawi (almh) perna perkata” Jika ada suara Cambuk/Pecut jangan dicari suaranya, tapi carilah yang Mencambuk” boleh jadi yang melakukan tindakan itu ada sesuatu sebab yang ia tidak sukai ?  sehingga orang yang bersangkutan melakukan hal tersebut, maka lakukan tindak atau sesuatu berbuatlah yang pada akhirnya orang yang mencambuk bisa  TERSENYUM

APA YANG HARUS KITA GALI DARI HATI KITA mari renung kembali  ?

Alqur’an telah banyak menyibak tentang apa dan siapa manusia sebenarnya. Namun ungkapan ini tidak akan menjadi suatu kesadaran apabila perasaan jiwa tidak pernah dibawa ke alamnya secara nyata. Atau dengan kata lain kita tidak mau menilik yang mana diri kita sesungguhnya. Bukan dengan teori-teori tasawuf atau psikologi yang sulit dimengerti yang kita butuhkan. Melainkan dimulai dengan yang sangat sederhana. Adalah seorang bayi yang lahir dengan proses alami. Ia lahir bukan karena permintaan atau kehendaknya. Ia tidak mengerti untuk apa dilahirkan. Ia tidak punya apa-apa bahkan telanjang dan malupun tidak punya. Lantas sekelilingnya memberikan kesadaran secara bertahap. Mulai dari pemberian nama, identitas kelamin dan batasan kesadaran yang sangat sempit. Ia dikenalkan dengan dirinya bahwa namanya si Anu dan jenis kelaminnya laki-laki. Diajarkannya pula nama-nama anggota tubuhnya, ini kepala ada mata, telinga, hidung, mulut, ini tangan dan seterusnya. Kesadaran ini membuat terikat kepada sebatas apa yang ia terima dan ketahui. Sehingga sang diri terbelenggu dan tersesat dalam ketidaktahuan siapa yang sebenarnya diri ini. Ada sebuah ungkapan “barang siapa mencintai sesuatu maka ia akan menjadi hambanya”. Dalam tembang ilir-ilir Kanjeng Sunan Ampel Rahmatullah, dodot atau pakaian adalah sesuatu yang menimbulkan ikatan pada jiwa seseorang. Menurut filsafat, pakaian adalah sesuatu yang menempel mengikat (binding) dalam jiwa manusia. Jika manusia melakukan sikap yang binding dengan dunia sekelilingnya, jiwanya akan terkungkung dan kesadarannya akan terbelenggu. Oleh karena itu dalam hidupnya manusia harus selalu berusaha melakukan unbinding terhadap dunia sekitarnya. Maksudnya manusia harus mulai menyadari keterbatasan dirinya dimana selama ini kita “dijerumuskan” oleh pengetahuan yang kita dapat, bahwa diri ini hanya sebatas pada mata, telinga, tangan, kaki serta anggota tubuh lain yang kelihatan. Mari kita perhatikan tentang apa sebenarnya tubuh ini, diri ini. Mengenal Diri. Dalam bertauhid pembahasan tentang hati merupakan agenda utama. Tujuannya agar bisa menghubungkan diri kepada Allah. Untuk itu perlu penyelarasan dari ilmu tauhid dan syariat yang sebelumnya (oleh kebanyakan orang) telah dipelajari. Dalam sebuah kata-kata hikmah (bagi sebagian ulama ini dikatakan sebagai hadits dari Rasulullah SAW), bahwa : “Man ‘Arofa Nafsahu faqod ‘Arofa Rabbahu”, artinya : “Barangsiapa mengenal dirinya (nafsahu) maka ia akan mengenal Tuhannya”. Begitu pentingnya mengenal diri karena pengenalan terhadap diri merupakan syarat mutlak untuk dapat mengenal Allah yang merupakan awalnya beragama. Salah satu Sahabat yang kualitas batinnya terdidik langsung Rasulullah SAW, Imam Ali r.a. Tajjul Arifin (Mahkota Ilmu) mengatakan bahwa : “Awwaluddin Ma’rifatullah”, artinya : “Awal dari agama adalah mengenal Allah”. Bukan mengenal langit, bumi, bintang, jagat raya, alam semesta seisinya. Bukan mengenal ciptaan Allah tetapi mengenal Yang menciptakan. Bukan mengenal tanda-tanda kebesaran Allah, tetapi Yang punya tanda. Untuk dapat mengenal Allah kita harus mengenal diri (An-Nafs) terlebih dahulu. Dari sini akan dapat diketahui esensi diri yang sebenarnya dan merupakan awal dari seseorang beragama dengan haq. Pengenalan kepada diri merupakan kunci untuk mengenal Tuhan, bahkan tujuan pengetahuan itu sendiri adalah untuk mengenal diri. Diri manusia dapat dilihat secara inderawi dengan perilaku dan perangainya. Dari seseorang berperilaku, seseorang berperangai, merupakan cerminan dari hatinya. Sehingga untuk mengenal diri kita, kita harus memulainya dengan mengenal hati (qalb). Kebanyakan manusia sering tidak menyadari realitas dirinya sendiri. Ia memandang tubuh fisiknya sebagai esensi dari dirinya sendiri dan lupa pada sifat abstrak dari hati spiritual. Manusia terlalu disibukkan dengan memberi makanan pada tubuh fisiknya untuk memenuhi hasrat-hasrat inderawinya, padahal sesungguhnya di tempat inilah ia harus menyiapkan bekal untuk hari akhir kelak.
Yang dimaksud hati dalam hubungannya hubungannya dengan Sang Pencipta adalah hati ruhaniah. Hati  jenis inilah yang merasa, mengetahui serta mengenal. Disebut pula hati latifah (yang halus) atau hati Robbaniyyah karena ia berhubungan dengan sifat-sifat ketuhanan.

Hati inilah yang merupakan tempat untuk mengenal Allah (ma’rifatullah) agar dapat beriman kepada Allah. Ma’rifat yang merupakan ilmu pengenalan terhadap Allah, tidak mungkin dapat dilakukan jika kita tidak mengenal hati dan tidak mengetahui dimana letak hati (qalb). Dalam literatur barat sendiri penggunaan istilah-istilah seperti heart, soul, spirit, mind, dan intellect sering campur aduk ketika berbicara mengenai persoalan-persoalan yang berhubungan dengan konsep jiwa. “… Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu …” (QS. 49:7)
“…karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, …”. (QS. 49:14)
“…Mereka itulah orang-orang dimana Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka…”(QS.58:22)
Bahkan lebih dari itu, dalam hadits Qudsi dikatakan: “…Tidak akan cukup untuk-Ku bumi dan langit, tetapi yang cukup menampung-KU hanyalah hati (qalb) hamba-Ku yang mukmin”….
Maka dengan hatilah, seseorang dapat merasakan iman, dengan hatilah seorang hamba dapat mengenal Rabb-nya. Hati yang halus itulah hakikat manusia yang dapat menangkap segala rasa, dan ia mengetahui serta mengenal segala sesuatu. Hati inilah yang jadi sasaran pembicaraan, yang akan disiksa, dicerca dan dituntut. Karena eratnya hubungan antara hati jasmani dan hati rohani itu, sehingga kebanyakan akal manusia menjadi bingung untuk membedakannya. Hubungan kedua hati itu seperti halnya sifat dengan jisim yang disifati, atau seperti benda yang dijadikan perkakas dengan sifat perkakasnya.
Seseorang tidak mudah untuk mengatakan bahwa dia telah beriman sebelum mengetahui ilmu tentang hati. Sebagaimana pengakuan orang Arab yang mengatakan bahwa dirinya telah beriman tetapi langsung dibantah oleh Allah SWT. “Orang-orang Arab Baduwi itu berkata : “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka) : “kamu belum beriman, tetapi katakanlah “kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasulnya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun amalanmu..” (QS. Al-Ahzab : 14). Hatilah yang diterima disisi Allah, apabila ia selamat atau terhindar dari hal-hal selain Allah dan sebaliknya, ia pula yang terhijab atau terdinding dari Allah, apabila ia tenggelam dalam-hal-hal selain Allah. Hatilah yang akan dituntut, dijadikan sasaran pembicaraan dan cercaan dan ia pula yang berbahagia dengan mendekat kepada Allah. Akan menanglah orang yang mensucikan hatinya dan sebaliknya ia akan kecewa dan celaka jika ia mengotori serta merusak hatinya.
Mengapa Hati Harus Dibersihkan “Sungguh akan memperoleh kemenangan (beruntunglah) orang-orang yang membersihkan (hati) nya dan merugilah orang-orang yang mengotorinya” (QS.Asy Syamsi : 9-10). “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih,…” (QS. Al-Baqarah : 10)
Nabi SAW bersabda :  “Sesungguhnya syaitan mengalir dalam diri manusia melalui urat-urat darahnya, dan mendirikan markasnya dalam dada manusia”. Juga sabdanya :
”Sesungguhnya di dalam tubuh anak adam itu terdapat segumpal daging, yang apabila bersih ia maka akan bersihlah semuanya dan apabila rusak (kotor) ia maka rusaklah semuanya”, kemudian para sahabat bertanya ”Apakah itu ya Rasulullah? ketahuilah bahwasanya ia itulah hati”.  Dalam hadist ini Rasulullah menekankan betapa pentingnya untuk selalu berusaha membersihkan hati, membersihkan hati bermakna menghapus darinya kecintaan pada dunia dan hal-hal duniawi serta menghilangkan daripadanya segenap kesedihan, kedukaan, kekhawatiran, kecemasan, dan takut atas segala sesuatu yang tidak berguna. Dalam kaitan hati ini para ulama berpandangan bahwasanya semakin manusia tenggelam dalam berbagi urusan duniawi dan sibuk dengan berbagai hal-hal materiil maka ia semakin beroleh banyak kesulitan dan akan bertambah pula beban yang ditanggungnya. Semakin ia memanjakan badannya dengan dan terus-menerus memperhatikan penampilannya maka keadaan mentalnya akan semakin memburuk, kemampuan spiritualnya akan semakin memudar, kesucian dan kecemerlangan hatinya kehilangan semangat, noda dan kegelapan pun semakin bertambah. Inilah sebabnya mensucikan hati dari pengaruh duniawi dan menerapkan pola hidup zuhud menjadi salah satu syarat yang mesti dipenuhi. Menjauhkan diri dari segala sesuatu selain Allah adalah salah satu jalan/cara untuk menuju Allah. Pengertian menjauhkan diri dari segala sesuatu selain Allah bukanlah berarti seseorang itu meninggalkan kehidupan duniawinya, tetapi bagaimana seseorang itu tidak menaruh duniawi dalam hatinya melainkan dalam tangannya.

Syekh Abdul Qodir Jailani menjelaskan dalam kitab “Al-fath Rabbany” hal. 90:
“Mensucikan hati sehingga tidak ada sesuatu di dalam hati itu melainkan Allah”.  Seseorang yang menaruh dunia dalam hatinya ketika kehilangan hal-hal duniawi akan goncanglah jiwanya dan semakin terpuruklah keadaannya seolah-olah dunia sudah berakhir, tapi seseorang yang menaruhnya dalam genggaman tangannya tatkala kehilangan pun ia akan lebih bisa memahami bahwasannya di alam dunia itu tidak akan kekal dan akan timbul satu sikap optimis bahwa dia akan mampu untuk meraihnya kembali. Tujuan pembersihan hati adalah untuk melatih jiwa agar dapat masuk dalam dimensi Ketuhanan yang Maha Latif (halus). Indah tidaknya pandangan batin seseorang akan sangat tergantung dari sejauh mana ia mampu membersihkan hatinya. Hati adalah makhluk Allah yang paling jujur dan sebagai tempat untuk dapat berhubungan kepada Allah. Dan Allah tidak melihat perbuatan kita, juga amal kita, tetapi yang pertama-tama dilihat dan diperiksa oleh Allah adalah hati kita, apakah ada ilmunya atau tidak.
Hatilah yang pada hakekatnya ta’at kepada Allah Ta’ala, sedangkan ibadah yang dikerjakan oleh anggota badan itu adalah penjelmaan dari cahaya hati. Sebaliknya hati pulalah yang ingkar dan durhaka kepada Allah Ta’ala, sedangkan kejahatan-kejahatan yang terjadi pada anggota badan itu merupakan pantulan sinar gelap yang ada di dalam hati.  Barang siapa yang JAUH dari Allah, maka Aku isi tangganmu  dengan Kerupekan/gelisa/balak dan barang siapa yang WAKTUnya dibuat untuk Aku (ALLAH) maka tangganmu aku isi dengan KESENANGAN/kemudahan dalam segala hal. Dan Juga KENALILLAH Allah SWT dalam Keadaan LAPANG maka Allah akan mengenailmu dalam keadaan Rupek/Susah.

Jadi dengan bersinarnya hati akan muncul kebaikan-kebaikan lahiriah dan dengan gelapnya hati akan muncul pula kejahatan-kejahatan, sebab tiap-tiap bejana (tempat) itu terkena percikan dengan apa-apa yang ada di dalamnya. Hati adalah bagaikan sebuah cermin yang telah diliputi oleh hal-hal yang membekas dan bekas itu secara bersambung akan sampai kepada hati, adapun bekas-bekas yang terpuji akan membuat cermin hati semakin mengkilap cemerlang, bercahaya dan terang-benderang sehingga berkilauanlah kebenaran yang nyata di dalam hati dan terbukalah hakikat segala sesuatu yang dituntut oleh agama.

Kepada hati semacam inilah yang diisyaratkan oleh Rasulullah SAW :
“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka Allah akan menjadikan untuknya penasihat dari hatinya” (HR.Abu Manshur ad-dailami dengan sanad yang baik).

Sabdanya lagi :  “Barang siapa yang mempunyai penasihat dari hatinya maka Allah akan memeliharanya”. 
Bagaimana kalau hati tidak dibersihkan? Allah mengancam dalam Al-qur’an : “Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekufuran mereka, dan mereka mati dalam keadaan kufur”. (QS. At.Taubah : 125). Dimana Letak Hati ? Betapa pentingnya kita membersihkan hati. Ikhlas, iman, dan taqwa adalah efek yang timbul jikalau hati seseorang itu bersih dan sebaliknya iri, dengki, hasad, ria, dsb timbul jikalau hati seseorang itu kotor. Untuk itu hati harus senantiasa dibersihkan sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Walaupun berbagai kalangan telah banyak menyampaikan mengenai soal hati atau  Qalbu tetapi pernahkah kita sadari bahwa sebenarnya hanya berputar dalam teori hati, dalam arti kita hanya mempelajari efek dari bersih dan kotornya hati, tetapi tidak pernah kita mengetahui dimana sesungguhnya letak hati itu dan bagaimana cara untuk membersihkannya? Apakah mungkin kita dapat membersihkan sesuatu jikalau kita tidak mengetahui dimana letak sesuatu itu dan bagaimana cara membersihkannya?

Bagaimana Membersihkan Hati Nabi SAW bersabda : “Segala sesuatu ada pembersihnya, dan alat pembersih hati adalah berzikir kepada Allah”.
Perumpamaan iman di dalam hati itu adalah seperti sayur-sayuran yang tumbuh subur karena air yang bersih sedangkan perumpamaan nifak di dalam hati itu adalah seperti luka yang menjalar karena nanah. Maka dimana di antara kedua hal tadi yang menang maka itulah yang akan menguasai hati seperti sabda Nabi SAW :  
”Hati orang mukmin itu bersih di dalamnya ada lampu yang bersinar dan hati orang kafir itu hitam dan terbalik ”(HR. Ahmad & Thabrani). Dan perumpamaan air bagi sayuran tadi (hati) adalah zikir kepada Allah. Jalan untuk dapat mencapai kebersihan hati seperti di atas adalah dengan banyak-banyak mengingat Allah (zikrullah). “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allalah hati itu dapat menjadi tenang (bersih)” (QS.Ar-Ra’d : 28). “Ingatlah Tuhanmu di dalam hatimu” (QS.Al-A’raf:204). “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (QS.Al-Hadiid : 16). Bahkan mengingat Allah dalam hati (khofi) akan memperoleh pahala yang lebih besar daripada mengingat Allah dengan lidah, seperti sabda Rasulullah SAW : “Zikir yang paling baik adalah zikir khofi (dalam hati)” (HR.Baihaqi).  Hati dan Akal. Di dalam Al-qur’an dijelaskan bahwa hati adalah salah satu alat untuk berfikir (aql), karena aql mengandung arti mengerti, memahami, dan berfikir. “Maka apakah mereka tidak berjalan dimuka bumi lalu mereka mempunyai qalb (hati) yang dengan itu mereka dapat memahami atau telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta tetapi hati yang ada di dalam dada” (QS.Al-Hajj :46). “Dan sesungguhnya kami jadikan isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai qalb (hati) tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah)”  (QS.Al-A’raf:179). Menurut Al-Qusyairi perbedaan hati dan akal yaitu akal tidak dapat memperoleh pengetahuan yang sebenar-benarnya tentang Tuhan. Sabda Rasulullah SAW : “Janganlah berpikir (menggunakan akal) dalam Dzatullah tetapi berpikirlah kepada ciptaannya” Disini Rasul sudah menjelaskan bahwa akal itu mempunyai keterbatasan di dalam mengenal Tuhan dan ia (akal) tidak akan sampai kepada pengenalan yang sesungguhnya terhadap Tuhan. Mengenai hal ini secara nyata kita dapat belajar dari i’tibar Nabi Ibrahim AS yang mencoba mencari dan mengenal Tuhan melalui akal dengan memperhatikan alam semesta dan benda-benda ciptaan Tuhan. Nabi Ibrahim memperhatikan jagat raya, matahari, bintang, langit dan seisinya sebagai ciptaan Tuhan. Usaha keras tersebut ternyata sia-sia karena IbrahimAS tidak menemukan dimana Tuhan. Oleh karena itu melalui hatilah dapat diketahui dan dikenal segala hakikat yang ada. “Tiadalah berdusta apa-apa yang dilihat oleh hati” (QS. An-Najm : 11).  

Sabda Rasulullah SAW :  “Andaikata setan-setan itu tidak menutupi lensa batin anak Adam, niscaya mereka dapat melihat kepada Alam Malakut yang ada di langit” (HR. Ahmad) Niat di Dalam Hati Suatu ibadah tidak akan sah tanpa niat di dalam hati. Rasulullah SAW bersabda :  “Setiap amalan itu di mulai (dinilai) dari niat dan niat itu ada di dalam hati”. Para imam mujtahid sepakat bahwasanya aktivitas raga tidak akan diterima tanpa disertai aktivitas hati, sedangkan aktivitas hati tetap akan dinilai (diterima) meskipun tanpa aktivitas raga. Andaikata tidak demikian adanya maka iman juga tidak akan diterima karena fardhu iman ialah diucapkan dengan lidah dan dibenarkan dengan hati.
“Allah mencatat keimanan di dalam hati mereka”. (QS.Al-Mujadalah : 22)
“Mereka itu adalah orang-orang yang dicoba hatinya oleh Allah untuk takwa” (QS.Al-hujurat:3).
Di dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah ditanya:  
“Ya Rasulullah! siapakah orang yang terbaik itu? maka beliau menjawab : yaitu orang mukmin yang bersih hatinya, maka ditanyakan lagi : apakah artinya orang yang bersih hatinya itu wahai Rasulullah? beliau lalu menjawab : ialah orang yang takwa, bersih tidak ada kepalsuan padanya, tak ada kedurhakaan, pengkhianatan, dendam dan kedengkian”. (HR.Ibnu Majah) Dan Sabdanya lagi : “Ilmu itu letaknya di dalam dada (hati) bukan pada tulisan”

jika tiap-tiap hati warga jawa timur selalu tawaduk dan selalu mendekatkan diri kapda Alloh swt serta para Pejabat dan Umarohnya selalu bersatu padu menegakkan Amar Makmuf Nahimungkar serta menyusun hati dengan berqiblat pada Syariatul Sunnawah Waljamaah  Insya’alloh Jawa Timur khususnya serta Indonesia pada Umumnya, akan memperoleh Kemakmuran dan Kejayaan sesuai Janji Alloh.

 

 

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Senyum adalah  sOdAQah

Kekayaan Hati yang tak akan Hilang oleh Zaman

Oleh : Abdul Chalim Ma’ruf

Senyum sebenarnya adalah salah satu harta yang diberikan Alloa SWT kepada manusia.  Dikatakan demikian, sebab senyum bisa mengubah banyak sekali hal. Sedih jadi gembira, benci jadi rindu, orang biasa jadi simpatik, suasana beku jadi cair, hanyalah sebagian saja dari sekian banyak dampak senyum. Di banyak masyarakat yang memiliki tradisi senyum yang memadai, angka perceraian, pencopetan, perkelahian, pembunuhan dan sejenisnya jauh lebih rendah dibandingkan masyarakat yamg miskin senyum. Ini sekaligus
membuktikan, kontribusi senyum terhadap pertumbuhan masyarakat dan
sehatnya masyarakat tidaklah kecil.

Sayangnya, kendati kontribusinya besar, secara cepat dan menyakinkan
sudah terjadi penyusutan senyum di mana-mana, entah di kota
maupun di desa, di negara maju maupun negara sedang berkembang, di kota
metropolitan maupun kota kecil, di perusahaan maupun di masyarakat,
semua terkena gejala penyusutan senyum.

Mirip dengan gejala narkotika dan obat-obat terlarang, ia merambah dan
menular kemana mana. Kalau narkoba jelas sekali bagian masyarakat yang
mau dihancurkan dan diruntuhkan, Kalau senyum, memang tidak memberi
dampak cepat dan langsung, namun terasa sekali degradasi yang
ditimbulkan dimana-mana, Kebencian, perceraian, peperangan,permusuhan,
tim yang tidak bisa kerja, hanyalah sebagian saja dari bukti degradasi
yang diakibatkan oleh menyusutnya kuantitas dan kualitas senyum.

Di tempat kerja, kita menyaksikan hubungan antar manusia yang demikian
kaku dan kering. Di dunia politik dan manajemen publik, kita
menemukan konflik, hujat menghujat, saling menyalahkan di hampir setiap
pojokan, Di dalam dunia hubungan inter dan antar agama, tidak sedikit
yang menempatkan agama sebagai sekat-sekat pemisah yang membahayakan,
Di dunia keluarga, perceraian bertambah dengan angka-angka yang amat
meyakinkan. Sebagaimana ditemukan oleh sebuah hasil penelitian di
Amerika Serikat, semakin tinggi earning power wanita maka semakin
tinggi angka perceraian. Ini bukan menunjukan sisi negatif dari wanita
bekerja, namun, betapa lembaga keluarga sebagai benteng terakhir
masyarakat, secara cepat dan menyakinkan sedang dan akan runtuh.

Semua kecenderungan ini memang disebabkan oleh banyak sekali faktor.
Yang jelas, entah sebagai akibat maupun sebab, senyum mempunyai
pengaruh yang tidak kecil dalam hal ini. Sosiolog, antropolog, dan
psikolog boleh saja memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Boleh
saja orang memulai dengan terapi-terapi makro seperti reformasi, namun
tanpa perubahan di sektor mikro seperti senyum, susah diharapkan ada
penyelesaian yang total dan subtansial.

Menurut pendapat saya, senyum – lebih lebih yang mengakar dalam sampai
tingkatan jiwa – bisa memberikan radiasi yang amat luas dalam
penyembuhan perusahaan dan masyarakat. Sebab ia tidak saja berpengaruh
pada hubungan antar perseorangan. Namun, juga pada spirit lingkungan
sosial secara keseluruhan.

Bercermin pada lingkungan sosial kota besar, spirit penuh senyum inilah
yang merosot dimana-mana, sekaligus memberikan spirit negatif
dimana-mana. Bayangkan sebuah komunitas yang amat mudah berbagi senyum.
Bertemu setiap orang, dimulai dengan senyum. Ada maupun tidak ada
pemberian, senyum tetap hadir. Semua kegiatan dimulai dan diakhiri
dengan senyum. Alangkah teduh dan sejuknya lingkungan sosial seperti
ini.

Dengan tetap bersyukur kepada Tuhan, setiap kali naik ke tangga karier
yang lebih tinggi, apalagi menjadi pimpinan puncak perusahaan,
saya merasakan kehilangan saya terhadap senyum sangat besar. Di Tangga
karier yang rendah dulu, terasa sekali mulut akan
tersenyum langsung setiap kali bertemu orang, setiap kali bersalaman
dan melakukan kegiatan lainnya. Apalagi bila habis diberi sesuatu oleh
orang lain. Seperti ada saklar otomatis yang mengatur senyum setiap
kali bertemu orang.

Namun, di tangga karier sekarang, saya telah dan sedang diproduksi oleh
lingkungan kepemimpinan yang memaksa saya pelit dengan
senyum.  Wibawa, efektivitas kepemimpinan, otoritas adalah sebagaian
hal yang membuat pemimpin jadi miskin senyum. Lebih-lebih bagi mereka
yang pernah diinjak orang gara-gara dekat dengan bawahan dan banyak
senyum. Hampir pasti, saklar otomatis senyum akan macet dan ogah
bekerja.

Pertanyaan yang muncul dari sini, apakah jabatan yang lebih tinggi
membuat orang mengurangi senyum? Saya tidak tahu pengalaman anda, namun
dalam rangkaian pengalaman saya, jabatan memang berkorelasi negatif
dengan kuantitas senyum. Semakin tinggi jabatan maka senyum cenderung
semakin sedikit.

Alangkah ideal dan mengagumkan kalau ada orang yang bisa sampai
tingkatan jabatan yang tinggi, namun memiliki kuantitas dan kualitas
senyum yang malah meningkat. Wibawa, kharisma dan efektivitas
kepemimpinan tidak menurun sedikitpun dengan banyaknya senyuman. Saya
memang belum sampai di tataran ideal dan mengagumkan ini. Dan juga
sedang mencari pemimpin yang memiliki skor tinggi baik di sektor senyum
maupun wibawa dan kharisma.

Yang jelas, kehadiran pemimpin yang tinggi di dua sektor diatas, akan
memperingan tugas kemasyarakatan yang ditandai oleh langkanya
senyum. Lebih-lebih kalau kita secara bersama-sama juga rajin membagi
senyum setiap hari. Mungkin akan amat bermanfaat bila bertanya ke

 

setiap orang setiap hari :

 

 

Sudahkah Anda tersenyum hari ini ?

Gambar

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

ADA APA DENGAN

GAGAL MASUK PEGAWAI NEGERI SIPIL ( PNS )

Tepat hari Rabu tanggal 12 Pengumuman lewat dunia maya ( Klik ) ku lihat Nama Ku tidak ada dalam Pengumuman tersebut  ???? terhentaklah jantung ku  dan mataku terbelalak Namaku benar benar tidak ada, dan diradius 6 Meter ada Sahabatku bersujud serta berlinang air matanya serta  ucapan ucapan SELAMAT atas diterimanya sebagai PNS oleh teman teman tapi aku Tidak ada yang menyalami mengucapkan SELAMAT TIDAK DITERIMA sebagai PNS Ironis bukan ???? itulah Peradapan manusia yang SALAH  !!!!!! perlu diluruskan

Bukankah Rejeki sudah ditakdir oleh ALLOH SWT, apakah yang telah diterima sebagai PNS terus waktu demi waktu PASTI kaya, apakah yang tidak diterima sebagai PNS terus waktu demi waktu semakin tidak makan ? semakin meskin ??? mari kita berkaca

Bukankah Cecak tidak perna berdo’a kepada Alloh  swt minta diberi sayap agar bisa mengejar mangsanya  yang bersayap ??  tapi  Rekayasa Alloh lebih Hebat !!! tanpa dimita Alloh memberikan kaki yang bila melekat pada dinding dinding tembok sehingga tidak perlu membuang energy yang banyak cecak bisa menangkap mangsanya  untuk dimakan ? demikian seterusnya.  Setiap kegagalan kita sikapi dengan arif dan bijak tidak perlu menyalakan PEMERINTAH

Jika anda pernah mencoba sesuatu hal yang baru dan gagal, saya yakin bahwa anda adalah seseorang yang enak untuk saya ajak bicara dibanding dengan orang-orang yang merasa semuanya lancar-lancar atau baik-baik saja.

Orang-orang seperti itu menurut saya, tidak pernah mencoba sesuatu hal yang baru. Namun anda adalah seseorang yang berbeda …… lho dari mana saya tahu? …. Karena anda berkunjung ke blog saya dan membaca artikel-artikel saya ini, yang berarti anda ingin merubah kehidupan anda menjadi lebih baik dari saat ini. Anda ingin mencari sesuatu hal yang baru yang dapat anda terapkan di kehidupan anda.

Anda mempunyai semangat dan saya yakin anda juga mempunyai pengalaman hidup yang luar biasa. Mungkin sudah banyak sekali kegagalan yang anda rasakan dan mungkin juga sebagian dari anda sudah sampai pada taraf ragu akan keyakinan anda sendiri untuk meraih apa yang anda inginkan. Mampukah saya? Berhasilkah saya? Sepertinya saya tidak sanggup lagi menghadapi kegagalan. (lihat juga : Jangan Biarkan Kekurangan Anda Membatasi Diri Anda Untuk Maju)

Hal-hal dibawah ini adalah beberapa point tentang kegagalan yang ingin saya sharingkan kepada anda. Saya berkonsentrasi penuh selama 3 hari menyusun artikel ini, mudah-mudahan dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk anda. Setidaknya jika ada orang yang sangat terbantu dengan artikel ini, tentu saja akan membuat saya bahagia karena jerih payah saya tidak sia-sia :)

Kegagalan menciptakan pilihan-pilihan baru

Mungkin anda tidak dapat menyerap semua pelajaran yang anda terima dari kegagalan anda, namun tetap saja hal tersebut menjadi harta tak ternilai untuk anda. Kegagalan juga menjadi momen yang tepat dimana anda merenungkan kembali tujuan awal anda, melihat di sekeliling dan memutuskan alasan mengapa anda tidak boleh menyerah.

Bagian yang paling baik dari sebuah kegagalan adalah anda akan dibawa ke sebuah jalan yang belum pernah anda temukan sebelumnya.

Pintu yang baru akan terbuka, hubungan anda dengan beberapa orang mungkin akan bertambah kuat, sebaliknya mungkin juga hubungan anda dengan beberapa orang lain menjadi renggang karena anda gagal.

Kegagalan melatih kesabaran anda

Jika anda adalah orang yang cepat emosi, apalagi ketika anda mengalami kegagalan, itu adalah satu hal yang sangat alamiah. Saya rasa hampir semua orang merasakan kekesalan atau kemarahan ketika menghadapi kegagalan. Namun poin yang pentingnya adalah jangan memendam kekesalan atau kemarahan anda.

Poin kedua adalah jangan berusaha mencari hal-hal untuk dijadikan alasan kegagalan anda. Seperti, saya tidak mendapat dukungan dari pasangan saya, ini akibat saya tidak mempunyai modal yang cukup, saya tidak mempunyai kendaraan pribadi untuk mobilitas saya, saya memang dilahirkan dari keluarga yang bermental kecil, dsb.
Sekali anda menjadikan hal-hal tersebut sebagai alasan kegagalan anda, maka itu akan menjadi bagian dalam diri anda. Anda akan membawa alasan itu kemanapun anda pergi sehingga lama kelamaan akan meracuni anda.

Silahkan lampiaskan emosi anda, tentunya dalam batas-batas wajar. Mungkin anda ingin melampiaskannya dengan menangis, menangislah. Mungkin anda ingin melampiaskannya dengan pergi ke cafe untuk mendengarkan life musik, pergilah ke cafe.
Namun cukup sampai disitu. Masa depan yang sangat cerah masih menanti anda. Bangkit dan berjalanlah kembali.

Kegagalan merupakan sumber dari kreatifitas

Siapa yang menghendaki kegagalan? Namun jika anda tidak pernah berharap untuk mengalami kegagalan maka pikiran anda tidak dirangsang untuk berkembang. Gagal akan mendorong anda menjadi lebih kreatif.

Coba anda ingat-ingat kembali masa kecil anda. Jika anda lupa, anda bisa melihat pada anak anda sendiri atau anak-anak kecil di sekitar anda. Mereka tidak pernah takut akan berbuat kesalahan ataupun mengalami kegagalan. Mereka melakukan semua hal yang ingin mereka lakukan tanpa berpikir panjang resikonya. Kadang mereka jatuh namun dalam sekejap mereka bangkit dan berlari-lari kembali. Mereka kadang menemukan jalan buntu ketika melakukan sebuah permainan namun mereka tidak berhenti, mereka berusaha mencari solusi-solusi yang baru. Akibatnya pikiran mereka begitu kreatif. Kita semua bisa mencontoh pikiran murni mereka yang belum banyak terkontaminasi oleh lingkungan sekitarnya.

 

 

Kegagalan akan mengoptimalkan potensi anda

Mungkin anda mempunyai seorang ’guru’ dalam hidup anda atau atasan bagi mereka yang berkarir. Saya percaya bahwa guru atau atasan yang baik akan mengarahkan anda untuk berani mengambil resiko. Mereka mempunyai suatu keyakinan bahwa pikiran yang konservatif tidak akan membuat potensi diri keluar dengan optimal.

Semakin sering anda mengalami kegagalan, otak anda akan semakin dilatih untuk menghadapi permasalahan dan bagaimana mencari jalan keluarnya.

Saya meyakini bahwa setiap orang memiliki potensi diri yang sangat besar dengan keunikannya masing-masing. Anda dapat mengetahui kedahsyatan potensi yang anda miliki hanya dengan keberanian menghadapi masalah, tidak ada jalan lain.

Anda bisa melihat juga artikel rekan saya : Tukang Cendol juga Bisa Sukses.

Anda memperoleh kekuatan dengan mengalami kemalangan

Bersyukurlah jika anda mengalami kegagalan atau kemalangan. Karena dengan kegagalan anda sedang disiapkan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Anda akan ditempa untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Saya akan memberikan sedikit ilustrasi :

Anda tahu pohon bambu cina? Jika anda termasuk orang yang tidak sabar menunggu pertumbuhan sebuah tanaman, mungkin pohon bambu tersebut sudah menjadi korban anda.
Pohon bambu cina tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 6-7 tahun pertama, mungkin hanya tumbuh beberapa puluh cm saja. Namun setelah waktu tersebut, pertumbuhan pohon bambu cina tidak dapat dibendung, ia tumbuh begitu cepatnya dan ukurannya bukan lagi cm melainkan meter.
Sebetulnya apa yang terjadi pada pohon bambu cina tersebut? …. Selama 6-7 tahun pertama, ia bukannya tidak mengalami pertumbuhan, hanya saja kita memang tidak melihat pertumbuhannya dengan kasat mata. Fokus pertumbuhan pohon bambu cina pada waktu tersebut adalah pada akar, bukan pada batang. Pohon bambu cina sedang menyiapkan pondasi yang kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh meter.
Bayangkan apa yang terjadi jika pohon bambu cina tidak mempunyai akar yang cukup kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang.

Jika anda seringkali mengalami kegagalan dan merasa koq jauh sekali dari kesuksesan yang anda impikan, bukan berarti anda tidak mengalami perkembangan. Justru anda sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri anda. Mental anda sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan anda. Sama halnya dengan pohon bambu cina tersebut.
Jika anda hanya mengharapkan sebuah hasil yang instan, apapun itu, nasib anda akan seperti pohon bambu yang tidak memiliki akar yang kuat. Sedikit goncangan saja, anda akan jatuh begitu kerasnya.

Jadi sekali lagi bersyukurlah dengan segala kemalangan dan kegagalan anda, anda akan memperoleh kekuatan karenanya

Dan Alloh swt terus menerus menguji tiap-tiap orang hambahnya

Yang Beriman sesuai dengan kadar dan kemampunnyaGambar

Dengan masalah Rejeki, kedudukan, keluarga serta

Putra putrinya.  Oleh sebab itu marilah

Kita semakin tafaqkur dan berharap kebaikan

Dan keridhohannya selalu berpihak kepada kita

Amin amin ya robbal alamin  ( Ch4m4 )

 

 

 

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

ASPEK-ASPEK ETOS KERJA

DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Oleh : Abdul Chalim Ma’ruf, SH,S.Pd, MM

 Isu tentang pentingnya meningkatkan etos (etika) kerja pada organisasi pemerintah dan swasta semakin mencuat akhir-akhir ini. Hal itu disebabkan semakin disadarinya pentingnya pemahaman etos kerja sebagai solusi untuk memecahkan masalah, terutama yang terkait dengan moral hazard di tempat kerja.

Karena moral hazard merupakan titik nadi dari suatu organisasi. Artikel ini mencoba untuk menjawab apa yang dimaksud tentang etos kerja, aspek dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terwujudnya etos kerja di sebuah organisasi.

 Pengertian Etos Kerja

            Menurut K. Bertens (1994), secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berarti “tempat hidup”. Mula-mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan. Sejalan dengan waktu, kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin kompleks. Dari kata yang sama muncul pula istilah ethikos yang berarti “teori kehidupan”, yang kemudian menjadi “etika”.

Dalam bahasa Inggris, etos dapat diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain starting point, to appear, disposition hingga disimpulkan sebagai character. Dalam bahasa Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai “sifat dasar”, “pemunculan” atau “disposisi (watak)”.

Webster Dictionary mendefinisikan etos sebagai guiding beliefs of a person, group or institution. Etos adalah keyakinan yang menuntun seseorang, kelompok atau suatu institusi.

Sedangkan dalam The American Heritage Dictionary of English Language, etos diartikan dalam dua pemaknaan, yaitu:

  1. The disposition, character, or attitude peculiar to a specific people, culture or a group that distinguishes it from other peoples or group, fundamental values or spirit, mores. Disposisi, karakter, atau sikap khusus orang, budaya atau kelompok yang membedakannya dari orang atau kelompok lain, nilai atau jiwa yang mendasari, adat-istiadat.
  2. The governing or central principles in a movement, work of art, mode of expression, or the like. Prinsip utama atau pengendali dalam suatu pergerakan, pekerjaan seni, bentuk ekspresi, atau sejenisnya.

Dari sini dapat kita peroleh pengertian bahwa etos merupakan seperangkat pemahaman dan keyakinan terhadap nilai-nilai yang secara mendasar mempengaruhi kehidupan, menjadi prinsip-prinsip pergerakan, dan cara berekspresi yang khas pada sekelompok orang dengan budaya serta keyakinan yang sama.

Menurut Anoraga (2009), etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia, maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan, maka etos kerja dengan sendirinya akan rendah.

Menurut Sinamo (2005), etos kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. Menurutnya, jika seseorang, suatu organisasi, atau suatu komunitas menganut paradigma kerja, mempercayai, dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut, semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. Itulah yang akan menjadi budaya kerja.

Sinamo (2005) juga memandang bahwa etos kerja merupakan fondasi dari sukses yang sejati dan otentik. Pandangan ini dipengaruhi oleh kajiannya terhadap studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20 dan penulisan-penulisan manajemen dua puluh tahun belakangan ini yang semuanya bermuara pada satu kesimpulan utama bahwa keberhasilan di berbagai wilayah kehidupan ditentukan oleh perilaku manusia, terutama perilaku kerja. Sebagian orang menyebut perilaku kerja ini sebagai motivasi, kebiasaan (habit) dan budaya kerja. Sinamo lebih memilih menggunakan istilah etos karena menemukan bahwa kata etos mengandung pengertian tidak saja sebagai perilaku khas dari sebuah organisasi atau komunitas, tetapi juga mencakup motivasi yang menggerakkan mereka, karakteristik utama, spirit dasar, pikiran dasar, kode etik, kode moral, kode perilaku, sikap-sikap, aspirasi-aspirasi, keyakinan-keyakinan, prinsip-prinsip, dan standar-standar.

Melalui berbagai pengertian diatas baik secara etimologis maupun praktis dapat disimpulkan bahwa etos kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang sekelompok manusia untuk menilai bekerja sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan, sehingga mempengaruhi perilaku kerjanya.

 Aspek-Aspek Etos (Etika) Kerja

 Menurut Sinamo (2005), setiap manusia memiliki spirit (roh) keberhasilan, yaitu motivasi murni untuk meraih dan menikmati keberhasilan. Roh inilah yang menjelma menjadi perilaku yang khas seperti kerja keras, disiplin, teliti, tekun, integritas, rasional, bertanggung jawab dan sebagainya. Lalu perilaku yang khas ini berproses menjadi kerja yang positif, kreatif dan produktif.

Dari ratusan teori sukses yang beredar di masyarakat sekarang ini, Sinamo (2005)  menyederhanakannya menjadi empat pilar teori utama. Keempat pilar inilah yang sesungguhnya bertanggung jawab menopang semua jenis dan sistem keberhasilan yang berkelanjutan (sustainable success system) pada semua tingkatan. Keempat elemen itu lalu dikonstruksikan dalam sebuah konsep besar yang disebutnya sebagai Catur Dharma Mahardika (bahasa Sansekerta) yang berarti Empat Darma Keberhasilan Utama, yaitu:

  1. Mencetak prestasi dengan motivasi superior.
  2. Membangun masa depan dengan kepemimpinan visioner.
  3. Menciptakan nilai baru dengan inovasi kreatif.
  4. Meningkatkan mutu dengan keunggulan insani.

Keempat darma ini kemudian dirumuskan menjadi delapan aspek etos kerja sebagai berikut:

1.      Kerja adalah ibadah. Bekerja merupakan bentuk bakti dan ketakwaan kepada Tuhan, sehingga melalui pekerjaan manusia mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata.

2.      Kerja adalah rahmat. Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari Tuhan. Anugerah itu kita terima tanpa syarat, seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun.

3.      Kerja adalah amanah. Kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya.

4.      Kerja adalah panggilan. Kerja merupakan suatu darma yang sesuai dengan panggilan jiwa sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. Jadi, jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan, kita bisa berucap pada diri sendiri, “I’m doing my best!”. Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya.

5.      Kerja adalah aktualisasi. Pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi, sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat. Apa pun pekerjaan kita, entah dokter, akuntan, ahli hukum, semuanya bentuk aktualisasi diri. Meski kadang membuat kita lelah, bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa “ada”. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk termenung tanpa pekerjaan.

6.      Kerja adalah seni. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan perasaan senang seperti halnya melakukan hobi. Sinamo mencontohkan Edward V Appleton, seorang fisikawan peraih nobel. Dia mengaku, rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya.

7.      Kerja adalah kehormatan. Seremeh apa pun pekerjaan kita, itu adalah sebuah kehormatan. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita. Sinamo mengambil contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis), meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas. Baginya, menulis merupakan sebuah kehormatan. Hasilnya, semua novelnya menjadi karya sastra kelas dunia.

8.      Kerja adalah pelayanan. Manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani, sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. Apa pun pekerjaan kita, pedagang, polisi, bahkan penjaga mercusuar, semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama.

Anoraga (2009) juga memaparkan secara eksplisit beberapa sikap yang seharusnya mendasari seseorang dalam memberi nilai pada kerja, yang disimpulkan sebagai berikut:

1.   Bekerja adalah hakikat kehidupan manusia.

2.   Bekerja adalah suatu berkat Tuhan.

3.   Bekerja merupakan sumber penghasilan yang halal dan tidak amoral.

4.   Bekerja merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan diri dan berbakti.

5.   Bekerja merupakan sarana pelayanan dan perwujudan kasih

Dalam tulisannya, Kusnan (2004) menyimpulkan pemahaman bahwa etos kerja mencerminkan suatu sikap yang memiliki dua alternatif, positif dan negatif. Suatu individu atau kelompok masyarakat dapat dikatakan memiliki etos kerja yang tinggi apabila menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:

1.   Mempunyai penilaian yang sangat positif terhadap hasil kerja manusia,

2.   Menempatkan pandangan tentang kerja, sebagai suatu hal yang amat luhur bagi eksistensi manusia,

3.   Kerja yang dirasakan sebagai aktivitas yang bermakna bagi kehidupan manusia,

4.   Kerja dihayati sebagai suatu proses yang membutuhkan ketekunan dan sekaligus sarana yang penting dalam

       mewujudkan cita-cita,

5.   Kerja dilakukan sebagai bentuk ibadah.

Bagi individu atau kelompok masyarakat yang memiliki etos kerja yang rendah, maka akan ditunjukkan ciri-ciri yang sebaliknya (Kusnan, 2004), yaitu :

1.   Kerja dirasakan sebagai suatu hal yang membebani diri,

2.   Kurang dan bahkan tidak menghargai hasil kerja manusia,

3.   Kerja dipandang sebagai suatu penghambat dalam memperoleh kesenangan,

4.   Kerja dilakukan sebagai bentuk keterpaksaan,

5.   Kerja dihayati hanya sebagai bentuk rutinitas hidup.

Dari berbagai aspek yang telah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang memiliki etos kerja tinggi akan terus berusaha untuk memperbaiki dirinya, sehingga nilai pekerjaannya bukan hanya bersifat produktif materialistik tapi juga melibatkan kepuasaan spiritualitas dan emosional.

 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etos Kerja

 Etos (etika) kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

1.      Agama

Dasar pengkajian kembali makna etos kerja di Eropa diawali oleh buah pikiran Max Weber.Salah satu unsur dasar dari kebudayaan modern, yaitu rasionalitas (rationality) menurut Weber (1958) lahir dari etika Protestan. Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai. Sistem nilai ini tentunya akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang pastilah diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya jika ia sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Dengan demikian, kalau ajaran agama itu mengandung nilai-nilai yang dapat memacu pembangunan, jelaslah bahwa agama akan turut menentukan jalannya pembangunan atau modernisasi.

Weber memperlihatkan bahwa doktrin predestinasi dalam protestanisme mampu melahirkan etos berpikir rasional, berdisiplin tinggi, bekerja tekun sistematik, berorientasi sukses (material), tidak mengumbar kesenangan –namun hemat dan bersahaja (asketik), dan suka menabung serta berinvestasi, yang akhirnya menjadi titik tolak berkembangnya kapitalisme di dunia modern.

Sejak Weber menelurkan karya tulis The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958), berbagai studi tentang etos kerja berbasis agama sudah banyak dilakukan dengan hasil yang secara umum mengkonfirmasikan adanya korelasi positif antara sebuah sistem kepercayaan tertentu dengan kemajuan ekonomi, kemakmuran, dan modernitas (Sinamo, 2005).

2.      Budaya

Luthans (2006) mengatakan bahwa sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja masyarakat juga disebut sebagai etos budaya. Kemudian etos budaya ini secara operasional juga disebut sebagai etos kerja. Kualitas etos kerja ditentukan oleh sistem orientasi nilai budaya masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya maju akan memiliki etos kerja yang tinggi. Sebaliknya, masyarakat yang memiliki sistem nilai budaya yang konservatif akan memiliki etos kerja yang rendah, bahkan bisa sama sekali tidak memiliki etos kerja.

3.      Sosial politik

Menurut Siagian (1995), tinggi atau rendahnya etos kerja suatu masyarakat dipengaruhi juga oleh ada atau tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil kerja keras mereka dengan penuh.

4.      Kondisi lingkungan (geografis)

Siagian(1995)  juga menemukan adanya indikasi bahwa etos kerja dapat muncul dikarenakan faktor kondisi geografis. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat, dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut.

 

 

5.      Pendidikan

Etos kerja tidak dapat dipisahkan dengan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia akan membuat seseorang mempunyai etos kerja keras. Meningkatnya kualitas penduduk dapat tercapai apabila ada pendidikan yang merata dan bermutu, disertai dengan peningkatan dan perluasan pendidikan, keahlian dan keterampilan, sehingga semakin meningkat pula aktivitas dan produktivitas masyarakat sebagai pelaku ekonomi (Bertens, 1994).

6.      Motivasi intrinsik individu

Anoraga (2009) mengatakan bahwa individu memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu yang bermotivasi tinggi. Etos kerja merupakan suatu pandangan dan sikap, yang tentunya didasari oleh nilai-nilai yang diyakini seseorang. Keyakinan ini menjadi suatu motivasi kerja, yang mempengaruhi juga etos kerja seseorang.

Menurut Herzberg (dalam Siagian, 1995), motivasi yang sesungguhnya bukan bersumber dari luar diri, tetapi yang tertanam (terinternalisasi) dalam diri sendiri, yang sering disebut dengan motivasi intrinsik. Ia membagi faktor pendorong manusia untuk melakukan kerja ke dalam dua faktor yaitu faktor hygiene dan faktor motivator. Faktor hygiene merupakan faktor dalam kerja yang hanya akan berpengaruh bila ia tidak ada, yang akan menyebabkan ketidakpuasan. Ketidakhadiran faktor ini dapat mencegah timbulnya motivasi, tetapi ia tidak menyebabkan munculnya motivasi. Faktor ini disebut juga faktor ekstrinsik, yang termasuk diantaranya yaitu gaji, status, keamanan kerja, kondisi kerja, kebijaksanaan organisasi, hubungan dengan rekan kerja, dan supervisi. Ketika sebuah organisasi menargetkan kinerja yang lebih tinggi, tentunya organisasi tersebut perlu memastikan terlebih dahulu bahwa faktor hygiene tidak menjadi penghalang dalam upaya menghadirkan motivasi ekstrinsik.

Faktor yang kedua adalah faktor motivator sesungguhnya, yang mana ketiadaannya bukan berarti ketidakpuasan, tetapi kehadirannya menimbulkan rasa puas sebagai manusia. Faktor ini disebut juga faktor intrinsik dalam pekerjaan yang meliputi pencapaian sukses (achievement), pengakuan (recognition), kemungkinan untuk meningkat dalam karier (advancement), tanggungjawab (responsibility), kemungkinan berkembang (growth possibilities), dan pekerjaan itu sendiri (the work itself). Hal-hal ini sangat diperlukan dalam meningkatkan performa kerja dan menggerakkan pegawai hingga mencapai performa yang tertinggi.

Dengan memahami apa itu etos kerja, serta aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menerapkan etos kerja serta faktor-faktor yang mempengaruhinya diharapkan sebuah organisasi (termasuk organisasi Kementerian Keuangan) akan meningkat produktifitas dan profesionalitas kerjanya.

Indonesia sangat membutuhkan peningkatan etos kerja di semua lini organisasi pemerintahan dan swasta, sehingga di masa depan dapat terwujud bangsa Indonesia yang maju dan disegani masyarakat internasional

 

 
 

 

 

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

MATERI Ms POWER POIN

Dasar-dasar Penggunaan “POWERPOINT”

Dasar-dasar penggunaan Microsoft PowerPoint 2007 sama dengan aplikasi program office yang lain, baik secara penyimpanan maupun cara membuka filenya. Hanya saja, dalam pembuatan sebuah presentasi ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Misalnya, mempersiapkan layout presentasi.

1. Aktifkan program Microsoft PowerPoint 2007.

2. Membuat Presentasi

Slide pertama presentasi biasanya berisi judul dan subjudul. Secara default, saat program Microsoft PowerPoint 2007 diaktifkan pada lembar kerja akan secara otomatis tampil kotak judul dan subjudul presentasi. Untuk menuliskannya, klik kotak “Click to add title”, lalu ketikan judul presentasi, misalnya “COMPANY PROFILE IMPROVE COMPUTER” (maaf nich nama usaha kecil2an punyaku… he hee…). Trus.., pada sub-title alamat perusahaan, misal: Jl. Kelir-Manyaran No.012, Manyaran KM.02.

Cara Menggunakan Microsoft POWERPOINT 2007

update powerpoint

3. Membuat dan Mengedit Teks.
Untuk menambahkan teks pada desain slide, pilih Ribbon Insert. Pada group Text> klik Text Box, lalu ketikan teks yang diinginkan. Jika teks yang dituliskan tidak sesuai. Anda bisa mengeditnya dengan mengklik teks yang akan diedit.

4. Menggunakan Outline
Outline adalah bagian dari aplikasi Microsoft Power Point 2007 yang terletak di sisi kiri lembar kerja. Cara menampilkan outline adalah dengan mengklik tab Outline yang terletak di bawah Ribbon. Pada outline akan ditampilkan objek atau teks yang menjadi bagian slide aktif. Anda juga bisa mengedit teks melalui outline dengan cara seleksi teks pada ourline baru kemudian mengedit teks.

5. Membuat catatan
Anda dapat juga menambahkan catatan pada slide dengan mengklik area “Click to Add Notes” di bawah slide. Setelah itu ketikkan catatan slide yang akan ditambahkan.

6. Menyimpan File Presentasi
Cara menyimpan file presentasi sama seperti menyimpan file presentasi pada Microsoft Power Point versi sebelumnya dengan save tool pada Quick Access toolbar. Ketikkan nama file dan tujuan yang diinginkan. Pilih Power Point Presentation di bagian Save as Type, dan akhiri dengan mengklik Save.
7. Mengatur Desain Presentasi
Untuk mempercantik presentasi, anda bisa menambahkan desain yang menjadi bawaan dari aplikasi Microsoft Power Point 2007 melalui Ribbon Design. Ribbon itu memungkinkan anda untuk menambahkan desain latar belakang slide dengan mengaktifkan slide, lalu pilih Ribbon Design. Pada group Themes pilih salah satu desain slide. Untuk menampilkan semua pilihan desain, klik Slide yang akan dipilih akan ditampilkan pada halaman kanvas.

8. Mengatur Format teks
Format teks yang dimaksud di sini adalah seperti pengaturan ukuran, jenis font, warna teks dan sebagainya. Untuk mengatur format teks, seleksi teks dan gunakan Group Font dengan mengaktifkan Ribbon Home terlebih dahulu. Pilih salah satu icon untuk mengatur format teks.

a. Menggunakan Kotak Dialog Font
Anda bisa juga mengedit teks menggunakan kotak dialog Font dengan memilih Ribbon Home. Lanjutkan dengan menyorot Group Font, lalu klik anak panah di sudut kanan bawah.

b. Menggunakan Bullet and Numbering
Bullet and Numbering seriing digunakan untuk menuliskan poin-poin bahasan dalam presentasi. Untuk menambahkan Bullet atau Numbering, gunakan cara di bawah ini:
1. Seleksi bagian yang akan ditambah bullet atau numbering.
2. Pilih Ribbon Home> Bullet> atau Numbering pada Group Paragraph.
3. Pilih bentuk bullet atau numbering yang diinginkan.

9. Teknik Penggunaan Warna
Selain teknik pengaturan desain presentasi, teknik penggunaan warna (atau biasa disebut theme) juga mempengaruhi hasil akhir presentasi yang disajikan. Cara mengatur theme adalah dengan memilih Ribbon Design. Kemudian, pilih warna dengan mengklik Color pada Group Themes.

10. Mengubah Warna Background
Jika kurang menyukai warna Background theme, anda bisa mengubahnya melalui Ribbon Design dan memilih Background Style pada Group Background. Akan muncul berbagai warna Background, anda bisa juga mengubah style Background secara manual dengan memilih Format Background pada kotak Background Style. Pada pilihan itu, anda bisa mengatur style lebih detail. Warna yang bisa dipilih juga lebih bervariasi, misalnya warna gradasi, tekstur atau bahkan gambar.

11. Menggunakan Master Presentasi
Master Presentasi biasanya menjadi bagian dari template, termasuk di dalamnya teks, objek, theme, font, shapes dan sebagainya. Untuk membuat master presentasi, pilih Ribbon View. Pada group Presentase Views, pilih Slide Master, lalu  ketik teks yang diinginkan.

12. Bekerja dengan Tabel, Gambar, Video dan Sound
Dalam presentasi, penambahan tabel, Gambar, Video dan Sound akan memberikan nilai plus tersendiri

 

a. Bekerja dengan Tabel
Objek tabel sering digunakan dalam penyajian presentasi, yang biasanya dipakai dalam pembuatan laporan.
– Membuat tabel

Cara menambahkan objek tabel pada presentasi adalah dengan memilih Ribbon Insert. Pada group Tables, pilih Tabble> Insert Table dan tentukan jumlah baris dan kolom. Kemudian masukkan data yang dibutuhkan.

– Mengatur Format Tabel
Untuk memodifikasi tabel, aktifkan tabel dan pilih ribbon Layout. Lanjutkan dengan mengatur layout tabel yang diinginkan. Untuk mengetahui lebih jauh fungsi tool dari menu layout yang digunakan, baca keterangan berikut:

  • Selecti: untuk menyeleksi bagian tabel yang diinginkan.
  • View Gridlinesi: untuk menampilkan/menyembunyikan garis bantu Gridlines.
  • Delete: untuk menghapus bagian tabel yang diseleksi.
  • Insert Above: untuk menyisipkan baris ke atas.
  • Insert Bellow: untuk menyisipkan baris ke bawah.
  • Insert Left: untuk menyisipkan kolom ke kiri.
  • Insert Righ: untuk menyisipkan kolom ke kanan.
  • Merge Cells: untuk menggabungkan cell yang diseleksi.
  • Split Cells: untuk membagi sel menjadi beberapa bagian.
  • Table Row Height: untuk mengatur tinggi baris.
  • Table Column Widdth: untuk mengatur lebar kolom.
  • Distribute Rows Height: untuk menyamakan tinggi baris.
  • Distribute Rows Widht: untuk menyamakan lebar kolom.
  • Left: untuk meratakan teks ke sisi kiri sel.
  • Center: untuk meratakan teks ke sisi tengah sel.
  • Right: untuk meratakan teks ke sisi kanan sel.
  • Align Top: untuk meratakan teks ke bagian atas sel.
  • Center Vertically: untuk meratakan teks ke bagian tengah sel.
  • Align Bottom: untuk meratakan teks ke bagian bawah sel.
  • Text Direction: untuk memutar teks dengan sudut putaran tertentu.
  • Cells Margin: untk mengatur batas atas, kiri, kanan dan bawah teks pada sel.

– Mengatur desain tabel

Anda juga dapat memanfaatkan Ribbon Design untuk memodifikasi tabel. Fungsi tool dari Ribbon Design sebagai berikut:

  • Header Row: untuk menambahkan arsiran pada baris pertama tabel.
  • Total Row: untuk menambahkan arsiran pada baris terakhir tabel.
  • Banded Row: untuk menambahkan variasi arsiran berbeda pada baris tabel.
  • First Column: untuk menambahkan arsiran pada kolom pertama tabel.
  • Last Column: untuk menambahkan arsiran pada kolom terakhir tabel.
  • Banded Row: untuk menambahkan variasi arsiran berbeda pada kolom tabel. 
  • Tables styles: untuk mengubah style tabel.
  • Shading: untuk menambahkan arsiran warna bagian tabel.
  • Outside Border: untuk menambahkan garis border tabel.
  • Effect: untuk menambahkan efek emboss/bevel pada sel tabel.
  • Quick Style: untuk menambahkan variasi word art pada teks tabel.
  • Teks Fill: untuk menambahkan variasi warna teks.
  • Text Outline: untuk menambahkan variasi garis luar teks.
  • Text Effect: untuk menambahkanvariasi effect teks.
  • Pen Style: untuk mengubah style garis tabel.
  • Pen Weight: untuk mengubah tebal garis tabel.
  • Pen color: untuk mengubah warna garis tabel.
  • Draw table: untuk mengaktifkan pen tabel.
  • Eraser: untuk menghapus format tabel.

b. Menggunakan Gambar

Penambahan obyek gambar  merupakan salah satu komponen pendukung dalam penyajian presentasi. Untuk menambahkan obyek image, pilih Ribbon Insert. Pada group Illustration, pilih Picture. Lanjutkan dengan menentukan direktori file image yang akan ditambahkan dan klik Insert untuk mengakhiri.

*Menggunakan Grid dan Drawing Guides
Grid dan Guide digunakan untuk mengatur posisi obyek pada presentasi sesuai keinginan. Untuk menggunakan Grid dan Guide, klik kanan lembar kerja dan pilih Grid dan Guide, lalu atur setting sesuai keinginan.

*Membuat album Photo
Anda juga bisa menambahkan photo album pada Microsoft Power Point 2007 menggunakan langkah sebagai berikut:

  1. Pilih Ribbon Insert.
  2. Pada group Illustration pilih Photo Album> menu New photo album.
  3. Tentukan direktori file image yang akan dijadikan album dengan klik File/Disk.
  4. Klik Insert untuk mengakhiri. (Ulangi langkah no.4 dan 5 untuk menambahkan file image atau foto lain)
  5. Pilih Fit to Slide untuk menyamakan ukuran foto dengan ukuran slide.
  6. Setelah selesai klik Create.
  7. Klik Slide pertama, lalu tambahkan teks.

c. Menggunakan Video dan Sound

Objek gambar dan suara juga bisa dijadikan objek pendukung presentasi yang disajikan. Objek video berupa objek dengan animasi gerak.

*Menambahkan file video

Caranya: pilih Ribbon Insert. Pada group Illustration pilih Movie dilih disalah satu sumber file movie

  •  Movie from file: digunakan untuk memilih file video dari direktori lain.
  • Movie from Clip Organizer: digunakan untuk memilih file video dari Clip Organizer pada task panes Clip Art. Objek movie yang diklik akan tampil pada bidang kanvas.

*Menambahkan Sound

Untuk menambahkan sound ikuti langkah berikut:

1. Pilih Ribbon Insert.

2. Pada group Illustration pilih Sound.

3. Pilih salah satu sumber file sound:

  • Sound from file: untuk memilih file sound dari direktori lain.
  • Sound from Clip Organizer: untuk memilih file sound dari Clip Organizer.
  • Play CD Auto Track: untuk memilih file sound dari CD.
  • Record Sound: untuk memilih file sound yang merupakan hasil rekaman.

Slide yang ditambah sound akan ditandai speaker. Anda bisa memindahkan simbol speaker tersebut pada posisi yang di inginkan.


*Menggunakan Efek Dalam Presentasi

Menyajikan presentasi semenarik mungkin menjadi tujuan utama seorang presenter agar audens tidak merasa bosan, tetapi merasa nyaman. Salah satu sajian menarik dalam presentasi adalah penambahan efek.

1. Menambah dan menggunakan animasi pada presentasi dilakukan dengan cara berikut:
a. Aktifkan atu tampilkan slide yang akan ditambah animasi.
b. Pilih Ribbon Animation, pilih Animate pada group Animation.

Setelah memilih bentuk animate maka animasi akan ditampilkan pada lembar kerja. Untuk mengulang tampilan animasi klik Preview tool.

2. Mengatur Setting Animasi: pengaturan setting animasi diperlukan untuk menampilkan sajian presentasi secara maksimal. Untuk mengatur setting animasi, lakukan tahapan sebagai berikut:
a.Pilih Ribbon Animation.
b.Pada group Animation pilih Custom animation untuk menampilkan task panes Custom animation di sisi kanan lembar kerja. Pada task panes Custom animation terdapat menu sebagai berikut:

  • Change/Add Effect: untuk mengubah atau menambahkan animasi pada objek slide yang diseleksi.
  • Remove: untuk menghapus animasi dengan mengklik nomor animasi pada presentasi lalu klik Remove.
  • Start: untuk menampilkan objek menjadi slide presentasi, klik mouse. Ada 3 pilihan untuk menampilkan objek yaitu On Click (untuk menampilkan objek dengan mengklik mouse), With Previous (untuk menampilkan objek yang menjadi presentasi secara bersamaan) dan After Previous (untuk menampilkan objek yang menjadi bagian presentasi satu persatu)
  • Direction: untuk menampilkan objek dari arah tertentu.
  • Speed: untuk mengatur kecepatan animasi setiap objek.

 

 

3. Menggunakan efek transisi

Efek transisi adalah sefek pergantian slide menggunakan group Transition to this slide. Efek transisi meliputi suara dan animasi. Untuk menembahkan efek transisi, caranya sebagai berikut:
a. Pilih Ribbon Animation.
b. Tampilkan semua pilihan efek transisi dengan mengklik tanda panah pada group Transition to This Slide. c. Pilih bentuk transisi untuk ditampilkan pada lembar kerja.

d. Gunakan efek transisi suara dibagian Transition Sound.

e. Atur kecepatan transisi pada Transition Speed. 

f. Klik Apply to All untuk menerapkan efek transisi pada semua slide presentasi.
g. Hilangkan tanda centang pada On Mouse Click jika anda ingin menampilkan efek transisi tanpa harus melakukan klik.
h. Atur waktu tampil setiap slide pada bagian Automatically after.

4. Membuat Hyperlink
Hyperlink digunakan untuk menghubungkan antara slide satu dengan slide yang lain. Dapat juga dengan menghubungkan file presentasi satu dengan file presentasi yang lain. Cara menggunakannya sebagai berikut:
a. Seleksi bagian slide yang akan ditambah hyperlink
b. Pilih Ribbon Insert pada group Links pilih Hyperlink.
c. Jika ingin membuat Hyperlink ke file presentasi lain, pilih direktori dan nama file yang akan dijadikan tujuan pada Look In, lalu klik OK.
Jika ingin membuat hyperlink ke slide lain yang masih ada dalam satu file presentasi yang sama, klik tombol Bookmark. Setelah itu, pilih nama slide yang akan dijadikan link tujuan anda.

5. Menggunakan perintah action.
Hampir sama dengan fungsi dan penggunaan hyperlink, action juga bisa digunakan untuk membuat hubungan antara slide satu dengan slide yang lain, serta hubungan antara file presentasi satu dengan file presentasi lain. Namun begitu, action di sini bisa digunakan untuk menghubungkan file presentasi anda dengan file dari program aplikasi lain. Biasanya action pada PowerPoint berupa objek tombol. Dengan begitu anda harus membuat tombol terlebih dahulu, baru kemudian dapat membuat sebuah action. Cara membuat tombol sebagai berikut.
a. Pilih Ribbon Insert, pada group Illustration> Shape.
b. Pilih salah satu bentuk tombol pada kategori Action Button.
c. Buat tombol pada lembar kerja.
d. Pilih action yang diinginkan. Hyperlink to (untuk membuat action berupa hyperlink ke slide lain atau file presentasi lain). Run Program (untuk mengaktifkan file dari program aplikasi lain) misal, Microsoft Excel 2007 atau Microsoft Word 2007.

Membuat Dan Menjalankan Slide Show
Penambahan Slide Show semakin menangguhkan PowerPoint sebagai salah satu program terbaik untuk presentasi. Untuk menambahkan Slide Show, anda bisa memanfaatkan Ribbon Slide Show.
a. Mempersiapkan Slide Show
Tahap pertama pembuatan Slide Show adalah mempersiapkan slide yang akan disajikan dengan memilih From Beginning atau Current Slide Show pada group Start Slide Show. Jika ingin menyajikan slide secara berurutan, anda bisa menggunakan langkah sebagai berikut:
1. Pilih Ribbon Slide Show.
2. Pada group Start Slide Show> Custom Slide Show> Custom Show, lalu klik New.
3. Akan muncuil kotak dialog Define Custom Show. Kemudian ketikkan nama yang anda inginkan pada “Slide Show Name”
4. Pada bagian Slides in presentation, pilih slide yang akan disajikan pertama kali.
5. Klik tobol Add.
6. Pilihan yang diklik akan berpindah ke kotak dialog Slide in custom show.
7. Setelah selesai mengurutkan klik OK.
8. Klok close untuk kembali ke lembar kerja presentasi. Atau klik show untuk menampilkan pengaturan slide show.
Untuk menampilkan Custom show yang sudah dibuat, pilih Ribbon Slide Show, pilih Custom Slide Show, pilih nama custom show yang diinginkan.

b. Merekam Narasi (Naration)
Sebelum narasi presentasi dibuat, pastikan PC sudah dilengkapi dengan perangkat Headset. Setelah semua perangkat dilengkapi, anda bisa membuat narasi dengan langkah sebagai berikut:
1. Pilih Ribbon Slide Show.
2. Pilih group Set Up> Record Naration.
3. Lakukan tes pada perangkat headset dengan mengklik tombol Set Microphone level. lakukan tes suara pada jendela Record Naration dan klik OK untuk mulai merekam suara.
4. Setelah selesai tekan Esc untuk mengakhiri.
5. Klik Save untuk menyimpan hasil rekaman.
6. Hasil rekaman yang dibuat akan langsung ditampilkan pada slide show.

c. Menyembunyikan Slide
Jika slide tidak digunakan, anda bisa menyembunyikanya dengan memilih Ribbon Slide Show, kemudian aktifkan slide yang disembunyikan. Pada group Set Up pilih hide Slide. Dengan begitu, slide yang disembunyikan akan diberi tanda khusus.

d. Menyimpan CD Presentasi
Untuk menyimpan presentasi pada CD langkahnnya sebagai berikut:
1. Klik Logo Office yang terletak dikiri paling atas layar anda lalu klik Publish.
2. Pilih Package for CD.
3. Ketikan nama CD pada kotak Name the CD.
4. Klik Add Files untuk memilih nama file presentasi yang akan dikopi ke dalam CD.
5. Tentukan direktori dan nama file presentasi yang diinginkan.
6. Klik Add.
7. Tahap selanjutnuya, klik Copy to CD dan lakukan burning file menggunakan program aplikasi CD Burning, misal Ahead Nero.

e. Mencetak Slide, Note Page dan Handout

Sebagai tahap akhir dalam penyajian presentasi akan dilakukan pencetakan handout. Cara mencetak Slide/Handout slide/Note page sebagai berikut:
1. Klik Logo Office yang terletak dikiri paling atas layar anda lalu klik menu Print.
2. Pilih Print dan lakukan pengaturan setting pencetakan sebagai berikut:

  • Name: digunakan untuk memilih nama printer.
  • Print range: digunakan untuk memilih slide/handout yang akan dicetak.
  • Print What: digunakan untukmenentukan bentuk atau layout pencetakan. Pilih Slide (untuk mencetak slide), pilih Note Pages (untuk mencetak notes), atau pilih handout (untuk mencetak handout).
  • Klik Preview untuk menampilkan hasil akhir handhout.

f. Membuat Presentasi Dalam Bentuk Halaman WEB

Apabila anda menginginkan agar presentasi bisa disajikan secara online dan bisa dinikmati oleh siapapun di dunia maya, maka anda perlu menyimpan file presentasi dalam bentuk halaman Web. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

*Menyimpan file presentasi ke dalam format halaman web:

1. Klik Save As> pilih Other Format.

2. Tentukan direktori penyimpanan file pada Save In.

3. Ketikkan nama file pada baguian File Name.

4. Tentukan type format Web Page pada bagian Save as type.

5. Klik Publish.

6. Pilih Complete Presentation.

7. Klik Publish, selesai.

 

*Menampilkan presentasi dalam web browser.

Langkahnya sebagai berikut:

1. Buka Internet Explorer

2. Klik menu File> Open> Browse.

3. Pilih direktori dan nama file yang akan ditampilkan pada web browser.

4. Klik Open.

5. KlikPresentasi akan ditampilkan pada web browser Internet Explorer.

Selesai…

Selamat mencoba.

Mohon maaf jika ada yang salah ataupun kurang dalam penulisan postingan ini.

 

SELAMAT MENCOBA & MEMPRAKTIKKAN

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.