S

eseorang dikatakan masih terbesit iman di dalam dadanya, manakala tanda-tanda dibawa ini masih tersirat, disuatu ketika Rasulullah saw. Menemui Sahabatnya kemudian Rosul bertanya “Bagaimana keadaanmu dipagi ini ?” Para sahabat menjawab: “ Di pagi ini kami tetap beriman kepada Allah swt.” Nabi saw bertanya lagi “Apa tanda Iman kalian ?” Mereka menjawab “Kami bersabar atas musibah, bersyukur atas kelapangan dan ridho dalam menerima qodha (ketetapan)” . Qadha adalah ketentuan Illahi yang ditetapkan sejak zaman Azali (sebelum terjadinya sesuatu) dan berlaku selama, tidak ada yang tahu selain Allah swt

Dari Abu Ja’far dari guru Abu Nasyir sampai kepada Syaidina Ali Tholib ra. Berpesan “ Ingat 5 perkara : Seseorang tidak boleh takut kecuali kepada dosanya, tidak boleh mengharap kecuali kepada Allah swt, jika belajar tidak boleh malu seandainya belum tahu, tidak boleh malu menyatakan “Aku tidak mengerti “ketika ditanya suatu masalah yang belum tahu, dan ketahui

pula bahwa “Sabar dalam menghadapi segala urusan, seperti kepada di badan, lalu jika kepada lepas dari badannya, rusaklah badan tersebut, demikian pula jika sabar lepas dari suatu urusan, lalu rusak pula urusan (keadaan) itu. Oleh karena itu sabar merupakan ujung tombak kehidupan dan orang yang sabar orang selalu menang dalam laku dan kehidupannya. Dan malu bertanya merupakan hilangnya ilmu dimuka bumi (khususnya Ilmu agama). tombak yang paling hakiki adalah jabar dan paling tinggi dan dapat diharap ridhoNya adalah Ikhlas.