Hidup perlu perlu berintropeksi (berkaca diri) karena keburukan dan kekurangan hanya bisa dilihat orang lain ?

jika kita berkaca kepada zaman yang tidak pasti ini perlu kesabaran dipupuk sejak dini ? ingat kekerasan bukan jalan terbaik untuk mendatangkan kemanfaatan ? justru akan menimbulkan luka yang mendalam dalam kehiudpan manusia dan lingkungan di mukan bumi

Padahal Rosululloh bersabda “Orang yang paling utama disisi Alloh (terbesar pahalanya) kelak di hari qimat, ialah “yang banyak diambil manfaatnya (memanfaatkan dirinya) oleh masyarakat dunia, dan muqorrab (terdekat dengan Alloh), ” Orang-orang yang senang mendamaikan di antara sesama manusia (yang telah bermusuhan, berselisih atau bersalah faham)

dengan Hadist di atas jelas kita tengok kejadian kejadian * Bentrok di Makam Mbah Priok * Bentrok di Makasar antar Mahasiswa * Bentrok Dikali Jagir Surabaya * dan bentrok  bentrok lainnya.

jelas itu semua adalah keserakahan dan ketamahan dan tidak tahunya Masyarakat dan Pihak pemerintah  ? perlu adanya intrupeksi diri sendiri

caba kita renung sejenak perbuatan siapan itu ?

yang jelas nafsu bermain di dalamnya Nafsu bergejolah antara kepentingan dan keserakahan untuk memiliki sesuatu yang bukan haknya  dan nafsu untuk bisa melebarkan kekuasaan dan kedudukan ? oleh karena itu perlu adanya forum penggas terhadap kependulian sosial dan perlu adanya lembaga independen sebagai penengah diantara dua kepentingan ?

yang Rakyat harus hormat kepada Pemerintah/ Umaro dan Ulama sebagai pengayom tentang keadilan berdasarkan syariat dan ijma’ nya ulama

Jika ini diterapkan oleh semua insan di muka bumi niscaya Bardatun Toyibatun (kemakmuran dan ketentraman) pasti manusia akan bahagia senang dan KECEWALAH SYAITON & NAFSU  dalam menggoda manusia, tapi jika sebaliknya jangan di harap Indonesia dan Dunia pada umumnya bisa tentram, aman dan damai.