Dari  Ibnu Mas’ud ara Rosulullah SWA bersabda ” Berkata benar jadikanlah kebiasaan bagimu, karena benar menuntut kebaikan, dan mengantar ke syurga, seseorang selalu berkata benar (pasti) dintentukan shidiq disisi Alloh, dan hati-hatilah kamu berdusta, karena dusta menimbulkan kekejian (kejahatan), dan akibatnya menjerumuskan pelakunya ke dalam Neraka, seseorang biasa dusta akhirnya dintentukan pendusta disisi Alloh swt.

Al Faqih . dari Malik katanya : LUKMAN HAKIM ditanya Prestasi apakah yang mengantarkan anda pada tingkat tertinggi ? Jawabnya : 1. Berkata benar.  2. Melaksanakan (kewajiban) amanat.  3. Tidak mencampuri urusan apapun, kecuali yang berhubungan denganku.

Seorang sufi berkata “Di masa Rosul dulu, terkadung seorang terlanjur sepatah kata saja, bisa terjerumus menafik, tetapi kata-kata serupa di zaman sekarang aku mendengar dari kalian setuap harinya (lebih dari) 10 x. dan anehnya hal semacam itu dianggap ringan (seakan tidak berbahaya) seperti pendusta yang membuktikan seseorang jadi munafik ( Hudzaifa Bin Yaman)

Bagi seorang islam seyogyanya pandai menahan diri dari dusta. jangan membiasakannya, agar tidak terjerumus menjadi orang munafik, dan perintis laku dosa, yang akhirnya menanggung dosa oarng-orang yang mengikutinya disamping dosa akibat perbuatan.

Perlukah Kejujuran di Komitmenkan ” untuk menghindari hal yang lebih dari tiap-tiap individual melakukan dusta, perlu adanya Komitmen bersama yang tujuan akhirnya bahwa kejujuran tidak mati di tengah Masyarakat Pasuruan, kemudian di gagasan dalam bentuk yang paling kecil dan majemuk di Sekolah diadakan KANTIN KEJUJURAN, dan Komitmen ini di Prakasahi oleh Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, dibentuk KOMITMEN  bersama antara Kejaksaan, Kepala Dinas Pendidikan, Majelis Ulama, Dewan Pendidikan, Kepala Sekolah dan Guru serta Siswa untuk melakukan Ikrar bersama akan melakukan perbuatan dengan hati Nurani yang BERSIH dan JUJUR

dengan menandatanganan Komitmen bersama di atas bukan berarti kejujuran pasti tegak, belum itu adalah suatu sarana dan motivasi untuk mau berbuat jujur. karena kejujuran sejati hati ada dalam KALB (bermakna matahati) yang bisa melihat dengan gamblang hanyalah Alloh SWT, dan Jalannya Al Qur’an dan Hadist, Tongkatnya Iman dan Tali-temalinya Keyakinan.  Ingin berbuat jujur konsep Islamilah yang Paling Tepat dan Benar.