Kajian terbaik bagi seseorang untuk ditiru dan digugu adalah sifat DERMAWAN yang IKHLAS ? tentang keikhlasan adalah yang perlu dipertanyakan ? tapi Alloh lah yang tahu. tentang keikhlasan Alloh swt berfirman “Barang siapa yang menghendaki kesenangan dunia (dengan amalannya), maka kamipun memenuhinya di dunia, apa yang kami kehendaki bagi keinginanmu, kemudian Kami masukkan dia ke neraka, keadaan sangat hina dan terusir (jauh dari rakhmatNya) “(S. Al – Isra-k : 18 ) itulah ancaman bagi seseorang dermawan yang hanya ingin pamer/riah untuk memberikan sesuatu karena manusia ? oleh karenanya semua amal mereka batal, tidak sampai kepada Alloh swt dan Alloh lepas dari mereka. demikianlah amal yang tidak disertai dengan keikhlasan .  Hati-hatilah Para Calon Walikota atau Calon Bupati dan calon-calon pemimpin lainnya.  Jika mereka memberikan sesuatu agar dia memilihnya jelas-jelas mereka ingin mengharap imbalan dari manusia itu sendiri.  Atau mereka mengadakan manuver melakukan pendekatan-pendekatan kepada Para Kyai, Ustad,  Gus dan Newmaker lainnya untuk mendapatkan dukungan agar kelak akan membela dan mendukung Dia Ingat itulah siasat yang harus diwaspadai saat ini ? dan kadangpula mereka menggunakan media masa TV, Radio, Persuratkabaran untuk melakukan peliputan tentang kegiatan KEDERMAWANANnya, agar mereka kelak akan memilihnya itulah Makaroh yang dilakukan sehingga image yang terbentuk agar dianggap orang yang dermawan, hati-hati itu tipu muslihat  kepada Para Calon Pemimpin daerah agar  pundi-pundi suara pemilih semakin mengalir  kepadanya ? sekalipun penilaian umumnya masyarakat, dia orang yang dermawan dan rajin beramal/beribadah, tapi jika disertai dengan Riya’ dan Sum’ah maka perbuatan kedermawanan tidak membekas dihadapan Alloh.

Ingat dua atau tiga bulan lagi kota Pasuruan, akan ada hujan Jilbab, Krudung, Hujan Baju Kukuh, Gremis Beras dan Sembaku, Topan Janji-Janji akan memberikan sesuatu untuk Majelis Diba’, Majelis Fatayat  bahkan Rupiah akan berterbangan dipagi hari ( Serangan Fajjar) itu adalah torikun syaiton yang sebentar lagi akan melanda kota pasuruan tercinta. ingat JANGAN anda lakukan jika tidak ingin sia-sia Calon Pemimpin Kota Pasuruan

Bahwa setengah Ulama Hikmah mengatakan “tidak jauh dengan orang datang ke pasar/toko, sakunya penuh batu, sedang kebanyakan orang menilai dia bahagia/beruntung, karena banyak uangnya, padahal dia sangat  celaka, karena isi saku/kantongnya tidak dapat dibelikan sesuatu apapun, kecuali sanjungan dan pujian orang belaka.

Apa yang harus di lakukan oleh Calon Pemimpin Kota Pasuruan

  1. Buat program yang kongkrit tentang kemaslakhatan masyarakat kota pasuruan
  2. Fikir dan pikir tentang bagaimana bisa mengangkat PAD lebih baik
  3. Buat program mengentas kemiskinan dan kemajuan pendidikan dan kesehatan
  4. Konduktif masyarakat kota pasuruan  aman dan tentram
  5. Hemat biaya mu untuk mengembangkan program di atas dan tidak perlu dihambur-hamburkan untuk mencari simpatik manusia.

Karena akan terjebak dengan perbuatan TIDAK  IKHLAS, dan pada akhirnya jika tidak terpilih bisa stresssss, marah dan mangkel, akibat dari buah memberikan sesuatu karena pamrih/Riya’ .

Tapi jika mereka bisa melakukan perbuatan dengan rasa IKHLAS itu lebih sempurna

Diriwayatkan oleh Imam Waki’ dari Sofyan Tsaur dari Mujahid, katanya ” Seorang menghadap Nabi saw, dan berkata: ” Yaaa Rosul, bahwasanya aku bersedekah karena Alloh, tetapi aku juga senang dipuji orang (bahwa aku orang yang baik yang suka beramal) lalu turun ayat ( Al-Kahfi : 110) Barang siapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dariNya, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seseorangpun dalam beribadah (beramal) kepada Tuhannya.

Setengah Ulama Hikma mengatakan (mengaskan) Barang siapa melakukan 7 amalan tanpa dibarengi dengan 7 perkara, berarti hampa/palsu amalannya yaitu :

  1. Taku kepada Alloh tapi tidak mau mengurangi laku maksiat
  2. Percaya (mengharap) pahala dari Alloh, tapi enggan beramal/beribadah
  3. Berrazam (kata hati) akan melakukan kebaikan/berbakti kepada Alloh, tapi tidak dilakukan dalam kenyataan
  4. Berdo’a kepada Alloh, tetapi tidak berusaha secara lahiriyah
  5. Mohon ampun (istighfar) kepada Alloh, tetapi tidak menyesali dosa yang diperbuat
  6. Lahirnya berbuat kebaikan, tetapi dalam (hatinya) tidak ikhlas
  7. Sungguh-sungguh dalam beramal atau beribadah, tetapi tidak ikhlas, mengharap keridhoaan dari Alloh.

Semoga kita semua melakukan sesuatu disertai dengan ikhlas demikian Calon pemimpin daerah semuanya berbuat secara ikhlas, tidak ada katalain selain mohon kepada Alloh diberikan Hidayah dan Maunah, sehingga dalam melaksanakan tugas bisa secara ikhlas dan mendapat Ridho dari Alloh.