Dalam kehidupan yang sangat GLOBAL ini manusia saling berlombah untuk mendapatkan apa yang terbaik ? namun nasiblah yang berbicara sehingga mansuai lupa terhadap siapa yang menciptakan nasib ditanganNya , Kita tahu semua Jika kita tengok Kemaren Gempa Melanda Aceh belum tentus gempa lainnya menusul, Tadi Malam Tanah longsor menembun tubuh manusia yang tak terbilang jumlah Kemaren sore Tawuran/Bentrok terjadi dimana-mana dan tadi Malam Kebaran melanda dikota-kota Indonesia. dan Tadi siang Aku di PHK dari Pekerjaanku, dan  Sekarang apa yang harus diperbuat oleh manusai tidak lain adalah SABAR akan semua musibah itu ? pada hakekatnya seseorang yang terkenah musibah adalah orang-orang yang MENANG dalam menghalau nafsunya ? justru orang yang tidak terkena musibah (derita) itulah orang orang yang KALAH dalam perjuang melawan nafsu KECUALI orang yang SABAR dan MENSYUKURI nikmat dan sesungguhnya Sabar dibagi 3 macam

  1. Sabar melakukan ibadah (taat)
  2. Sabar menjauhi maksiat
  3. Sabar ditimpa musibah

Setiap orang yang sabar tertimpah diatas semua mempunyai derajat yang lebih bahkan ditingkatkan derajat 300 derajat dan bagi yang sabar melakukan ibadah 600 derajat, dan sedangkan yang sabar menjauhi maksiat 900 derajat. Dalam riwayat lain disebutkan ” AKU-lah Alloh, tidak tuhan yang lain, kecuali AKU dan Muhammad RosulKU, orang yang menerima putusanKU, sabar menghadapi ujianKU dan mensyukuri ni’matKU pasti ditulis orang shidiq, dan dibangunkan bersama orang-orang shiddiqin di hari Kiamat, adapun orang tidak menerima putusanKU tidak sabar menghadapi ujian (balak) KU, dan tidak mensyukuri ni’mat (pemberian)KU pasti binasa, silakan mencari Tuhan lain dari AKU

Dalam riwayat lain ” Ketika Nabi Sulaiman as ditinggal mati putranya, ia sangat sedih, lalu datanglah dua Malaikat (menghiburnya dengan mendramakan kenyataan yang dialaminya), seakan ia punya urusan (sengketa). Malaikat pertama berkata : Sang Raja, aku menanam biji (sudah tumbuh baik) tapi belum kunikmati hasilnya, tahu-tahu dicabut oleh orang ini, ia menyatakan kebenaran pengaduan orang pertama, bertanya kepada orang kedua : kenapa engkau lakukan ? jawabnya : aku berjalan menuju jalan raya, ditengah-tengahnya tanaman kurang sedap dipandang mata, lalu aku pindahkan ke kanan-kiri jalan, tidak tahunya diantaranya ada tanaman orang ini yang kucabut, Lalu Nabi Sulaiman bertanya : Kenapa menanam ditengah jalan, tidak tahukan kamu bahwa setiap orang memerlukannya ? Jawab Malaikat : ekanap engkau harus sedih/duka atas kematian anakmu, tidak sadar bahwa : mati adalah jalan menuju akherat ? Kemudian ia taubat, tidak lagi duka berlebihan atas kematian anaknya.

Demikian juga musibah/derita yang menimpah di kanan kiri kita maka Tiada jalan yang harus kita jalani selain berbar dan bersabar. dan Memang Kalimat  SABAR mudah di ucapkan tapi justru itulah tantangan bagi kita semua dalam mengaruhi hidup dimuka bumi ini

Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang sabar dalam penderitaan hidup dan menjadi  orang yang banyak bersyukur atas nikmat Alloh yang  setiap saat kita terima. amin