DARI UMAT UMAT TERDAHULU

Diriwatkan oleh Al Faqih dengan sanad dari Muqatil Sulaiman. Ketika Nabi Musa as Munajad Kepada Alloh swt di dalam Al Wah. Nabi Musa Memohon dengan Penuh Keyakinan dan khusu” mengharap dengan penuh pengharapan semoga permintaan diperkenankan oleh Allah SWT  bermohon demikian

1) Adanya suatu umat yang dapat memberi syafa’at dan diterimanya syafa’atnya, jadikanlah umatku ? JawabNya “mereka adalah umat Muhammad”

2) Umat yang tebusan dosanya hanya Sholat 5 waktu, jadikanlah mereka umatku, jawabNya “Mereka dalah umat Muhammad

3) Umat yang akan memberantas kebathilan, hingga Dajjal dibunuhnya, jadikanlah umatku, jawabNya Mereka itu umat Muhammad.

4) Umat yang bersucinya dengan air wudu’ atau debu tayamum, jadikalnlah umatku, jawabNya mereka adalah umat Muhammad

5) Umat yang boleh menerima sedekah dan menikmati (memakan)nya, padahal umat terdahulu harus membakarnya dengan api, jadikanlah umatku, jawabNya : mereka adalah umat Muhammad

6) Jika sudah berniat tapi tidak dilaksanakan, tetap dicatat satu kebaikan, bahkan 10 kebaikan jika dilakukan kebaikan itu, dan ditekelkan sampai 700 kebaikan lebih, dan jika niat berbuat jahat tidak dianggap berdosa jika tidak terlaksana, dan ditulis hanya satu kejahatan jika dialksanakan, jadikalanlah mereka umatku, jawabNya mereka itu umat Muhammad

7) disebutkan pula adanya umat yang dimaksukkan syurga tanpa hisap sebanyak 70.o00 orang, jadikanlah umatku, jawabNya mereka itu adalah umat Muhammad

8) diriwa tlain ditambahkan Yarobbi mereka sebaik baik umat, karena amar ma’ruf nahi mungkar, jadikanlah umatku, jawabNya mereka itu umat Muhammad,

9) Yaa Alloh mereka akhir massanya, tapi di hari qiamat terdahulu hisapnya, jadikanlah mereka umatku, jawabNya mereka itu adalah umat Muhammad

10) kitab Alloh didada mereka (mereka hafal diluar kepala), tapi mereka membacanya dengan melihat (binnadhar), jadikanlah umatku, jawabNya mereka itu adalah umat Muhammad.

bahkan Nabi Musa menginginkan dijadikan umat Muhammad, jawabNya : Hai Musa, aku telah memilihmu dari semua manusia untuk menerima risalahKu, dan FirmanKu, maka terimalah semua itu dan bersyukurlah kepada Ku

Jika melihat kisah Al Wah yang telah dirilis oleh Nabi Musa as, maka kita semua yang hidup dalam abad modern harus bersyukur dijadikan UMAT yang MULIA walaupun kita hidup jauh dari Masa Rosululloh 1430 tahun yang lalu, Tapi Alloh masih melekatkan Iman dan Taqwasehingga menyakini dengan sungguh-sungguh ? Walaupun dikanan kiri kita banyak orang menyimbirkan bibir mereka dengan kita meringati Hari Kelahiran Rosulullah, tapi sebenarnya mereka tidak tahu makna yang dalam dalam memperingati Keagungan Rosul Muhammad, sebagai Uswah dan Pedoman Hidup dalam bertingkah laku, Mulai dari Bangun tidur sampai kita akan tidur kembali semuanya telah Digambar dengan JELAS dalam akhlak Muhammad saw.

ALLOH MEMBERI 5 KEMULIAAN Pada UMAT MUCHAMMAD Bin ABDILLOH
1. Dijadikan lemah agar tidak sombong
2. Dibuat kecil-kecil, agar tidak terlalu berat menaggung beban “Makan, minum, pakaian dll sebagai sarana untuk beribadah kepada Alloh
3. Diperpendek massa hidup (umurnya) agar tidak terlalu banyak kesempatan berbuat dosa (maksiat)
4. Dijadikan fakir-miskin, agar tidak terlalu berat tanggungan hisapnya kelak di akherat
5. Dijadikan umat terakhir, agar tidak terlalu lama menunggu dialam kubur (karena pekerjaan yang paling berat adalah menunggu/menanti)

DAN NABI ADAMPUN Dalam pernyataannya mengatakan 4 hal yang diberikan kepada Umat Muchammad Bin Abdillah tidak kepada aku
1. Bertaubat dimana saja diterima, berbeda dengan aku (ditetapkan) di Mekka
2. Tetap diberi pakaian sekalipun bebera kali bermaksiat,tidak telanjang, sedangkan aku bermaksiat sekali saja langsung dilukar/dibuka pakaianku (ditelanjangi)
3. Sekalipun bermaksiat tidak dijauhkan (dipisahkan) dari istrinya, sedangkan aku harus merana berpisah dengan istri (IBu Hawa)
4. Sekalipun berdosa di luar syurga, ketika bertaubat bisa masuk syurga, padahal aku berdosa disyurga, dengan segera diusir dari syurga (keluar dari syurga)

Ayooo kita bangun jiwa kita dengan suntikan Sunnah Rosul dalam segala bidang kehidupan baik dalam menjalankan roda pemerintahan, ekonomi sosial dan budaya apa lagi dalam berpolitik CONTOHLAH Rosul Muhammad saw, jika tidak tungguh KEHANCURAN MASAMU. inilah makna yang tersirat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.