pradapan manusia semakin hari, bulan dan tahun semakin luntur kejujuran, namun bukan berarti tidak ada orang jujur namun secara hati yang dalam manusia memiliki dan mewarisi sifat jujur, namun HARTA, TAHTA dan WANITA yang kadangkala kejujuran bisa buta. Bukanlah kewajiban dan keharusan manusia berbuat jujur baik bagi dirinya maunpun kepada lingkungan. Jujur kepada Nafsi/dirinya itu bisa nampak suatu misal kita tidak makan (alias lapar ) jika mulut mau/bohong dia mengatakan Kenyang ? apa yang terjadi PASTI lenglung/lemas dan tak berdaya demikian juga bila kita TIDAK JUJUR kepada lingkungannya (sesama manusia) apa yang terjadi suatu saat pasti akan linglung alias tidak punya tempat disisi manusia. Demikian juga bila kita tidak jujur kepada JABATAN yang kita emban/miliki maka suatu saat akan dilibas oleh jabatan itu sendiri. Sudah banyak contohnya. Hakim yang biasa menghakimi perkara maka boleh jadi akan dihakimi oleh perkara itu sendiri, Banyak Jaksa yang biasa menuntut suatu perkara Boleh jadi suatu saat akan dituntut oleh Perkara itu sendiri, Demikian juga PEJABAT yang mereka peroleh Baik jadi Bupati, Walikota, Gubernur dan Petinggi Negara boleh jadi mereka akan ketiban dengan jabatan itu alias tersandung dengan PERKARA JABATAN itu sendiri. MARILAH dengan adanya contoh yang gamblang dimuka bumi ini SEBAGAI tolok ukur untuk tidak main main dengan HARTA, TAHTA dan WANITA dalam menyikapi hidup ini. semua itu AMANAH dari Alloh yang harus kita pertanggungjawabkan kelak di Akherat , maka JUJUR itulah suatu kunci untuk bisa BEBAS dari pengeruh HARTA, TAHTA dan WANITA dalam mengendalikan nafsu ini
MARI KITA RENUNG mumpung kejujuran dalam hati ini masih tersisah