Alkhamdulillah kita sudah sampai di awal bulan Syawal 1432 H. dalam kaitannya Idul Fitri, jangan sampai menyimpang dan salah kaprah. Idul Fitri bermakna Suci atau bersih dalam arti Hakekat yakni bersih dari perbuatan dosa, bersih dari khilaf. maka hendaknya kita jaga dan pelihara atas kesucian itu, dengan betul dan benar. oleh karena itu harus perpegangan pada syariat syamawi.
PERTAMA
suci dan bersih artinya kita dalam keadaan telah mendapat ampunan dari Alloh swt, sehingga kita seusai romadhon bersih seperti bayi yang baru dilahirkan oleh Ibunya. Sehingga akan mengimbas dan merasuk dalam sukma akan memberikan cahayu Rokhim. yakni welas, pengampun dan pemaaf. Coba kita tenggok bagaimana sadirnya, benci seseorang tapi jika sudah bulain syawal, maka kebencian dan kebengisan akan berubah menjadi pemaaf, pengampun, tak jarang baik Jendral minta maaf kepada prajurit dia tidak malu, Direktur minta maaf pada semua Karyawan/bawahan dia tidak gengsi, Kepala minta maaf kepada Bawahan dia tidak rikuk. dan sebaliknya. Inilah bertanda bahwa Rokhim Illahi merasuk kedalam tulang susum tiap insan di muka bumi. Kecuali Manusia pembenci Syariat Islam.
KEDUA Kita maknai bahwa harus kita ISI dalam bulan syawal dengan dua katagori A. Silaturakhmi, karena Rosul bersabda “Sebaik-baik budi pekerti adalah silaaturakhmi” dan juga Alloh Melaknat Pendengaran, penglihatan dan hati setiap Insan yang memutus Silaturakhmi. karena wajar jika di Indonesia adalah istilah MODIK LEBARAN itu semua adalah bentuk imlementasi dari pada Silaturakhmi. patutlah kita hargai dan lestarikan walaupun dengan pengurbanan yg mahal. B. Kita isi dengan PUASA
puasa 6 hari, Rasul bersabda ” Puasa yang disukai Rosul selain puasa Romadhon adalah puasa 6 hari syawal, barang siapa yg berpuasa 6 hari maka diberi pahala seperti puasa 1 tahun penuh. maka kita harus mengisinya dengan puasa karena Iman dan Mengharap RidhoNya.
KE TIGA.
Asyaruhim Romadhon tetap membekas pada diri kita artinya Ibadah dan amalan-amalan selama bulan romadhon tetap kita jalani di dalam bulan syawal agar bertambah dekatnya kita dengan Alloh. jika Romadhon kita sholat Isya’ berjamah, Tarawe dan Witir, serta banyak sedekah memberikan makan dan minum, semua terasa Enteng maka sehabis Rmadhon memasuki bulan syawal tetap kita jalankan sehingga pembekasan HASIL Romadhon tetap membekas dan terjaga pada diri kita, harena kita bisa mengalahkan hawa nafsu, kenapa sekarang tidak bisa. Ayoooo bekas-bekas tampak tilas romadhon tetap kita laksanakan. Insya’alloh kita terjaga dari Perbuatan Dosa.
KE EMPAT
Kita berniat untuk bermuajjah berharap kepada Alloh swt semoga kita bisa menangi ROMADHON yang akan datang untuk berbuat dan beribadah dan beramal lebih baik dari romadhon kemaren. kita niatkan kembali jika benar-benar kita menangi romadhon niscaya saya akan berbuat lebih baik. Itulah makna yang hakeki dalam menyambut 1 Syawal yang benar. Bukan sebaliknya. melakukan kemaksiatan, berhura-hura, mabuk-mabuk-an sehingg mengkotori Kesucian bathin kita setelah melaksanakan Ibadah Romadhon sebulan penuh. akhirnya hangus dan sia-sia amalan kita. Marilah jangan kotori dengan Maksiat dan kemaksiatan. bathin kita setelah memperoleh Hadia Fitro dari Alloh swt. Amin3x