Kita semabagai Umat Muchammad. S.A.W akan celaka Bila tidak bisa Melihat Nabi Muhammad S.A.W secara nyata maupun dalam mimpi, jika paling sedikit membaca, mendengar atau menghafal tentang sikap dan prilaku Nabi, sehingga pada akhir kita gemar dan CINTA kepada alloh dan Rosulnya  dari pada melebihi Harta, Anak dan lainnya.

Rencana Nabi s.a w. Tentang PEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN

Perhatian Nabi saw. akan perumahan dan tempat tinggal rakyat yang layak dan sehat terbukti dari pengetahuan beliau yang luas dan rencananya yang teliti didasarkan atas kepentingan bersama, serta lancarnya lalu lintas orang banyak maupun kendaraan, disamping hak bertetangga yang tidak boleh diabaikan dan kehormatan tempat ibadah. demikian juga faktor kesehatan sangat diutamakan dan lokasi tempat tinggal dimana bangunan akan didirikan.

Ibnu Sa’ad dalam kitabnya Atthobagat meriwayatkan bahwa tatkala Nabi saw merencanakan pembangunan perumahan di kota Madina, beliau sendiri merencanakannya (mendesaint) Gedung, rumah yang akan dibangun oleh Usman. beliau keluar menuju sebidang tanah yang luas dan menunjukkan letak bagian-bagian penting dari rumah yang akan di bangun itu.

Abu Dawud meriwayatkan bahwa Nabi perna mengutus seorang menyampaikan kepada perajurit dimedan perang, bahwa siapa saja yang mempersempat rumah tempat tinggalnya atau mengambil sebagian  tanah dari jalan umum, maka berjihad tidak perlu baginya.  Konon penduduk kala itu sudah mulai padat, dan rumah-rumah liar telah dibangun orang, hingga lorong menjadi sempit dan lalu-lalang karenanya terhambat

Ibnu Mjah dan Attabrani, meriwayatkannya tentang pembangunan yang langsung diawasi oleh Nabi saw sendiri. beliaulah yang memilih lokasinya sendiri, dan setelah selesai dilihatnya dan dengan rasa puas berkata. INILAH PASAR kalian, lalu ia memerintahkan agar pasar itu dipeliharanya dan diramaikannya, setelah datang melihat pasar baru, beliaau terlebih dahulu mendatangi pasar lama, dan berkata kepada penghuninya INI BUKAN PASARMU lagi sekarang.

itulah Akhlag Rosul dalam membangun Pasar dan perekonomian kota Madina dan Mekka, tidak main gusur dan tidak maupun tancam bangunan. kita lihat Ibu Kota Indonesia saja Kebanjiran apalagi bukan Ibu kota. so pasti kebanjiran juga. penyebabnya tidak adanya koordinasi dan kepedulian terhadap lingkungan. sehingga lingkungannya MURKA jangan salahkan hujannya. salah pribadi Pejabat dan Rakyatnya yang tidak mengindahkan pada Akhlaq Rosulullah saw.