Juni 2014


Dalam sejarah  keberadaan umat manusia mulai dari Nabiyullah ADAM As  s.d.  Nabi Isa As, tidak ada yang menyamai Kegigihan dan Kesabaran demi  memperjuangkan Umatnya KECUALI  Muhammad Rosulullah SAW.  bagaimana mana sepak terjangnya beliau  mulai dari Sholat  50 waktu   s.d. bisa  5 waktu (diperoleh dalam Isro’ mi’rat) , Ibadah 80 tahun lebih namun bagi Umat Muhammad bisa dilakukan hanya satu hari satu malam Yakni Ibadah dalam Malam Lailatul Qodar.  demikian juga amal  satu tahun bisa dilaporkan waktunya hanya dalam satu hari  yaitu Malam Nisfu Sya’ban/Malam Baro’ah.  semua itu jeri payah Muhammad Rosulullah SAW.  Apakah kita tidak bersyukur kepada Nya, apakah kita lalai atas jerih Payahnya. Sehingga Malam-malam yang AGUNG disepelehkan, dilupakah bahkan dibuat maksiat kapda Allah SWT ?   Alangkah naifnya HIDUP kita kelak akan bertemu dengan kepayaan yang luar biasa di Hari Qiamat  sebagai SANGU/BEKAL  kita menghadap Illahirobbi. jika kita tidak bisa memanfaatkan Malam-Malam Istimewah itu tentu kita rugi sendiri.

dinamakan Malam Baro’ah karena Allah pada malam itu (Malam Nisfu Sya’ban) membebeskan para musuh-Nya dan orang orang durhaka dari syurga.  sedangkan hamba-hambanya yang bertaqwa dan dikasih-sayangi dibebaskan dari api neraka.  Juga dikatakan bahwa pada malam itu TERANGKATLAH dari bumi semua amal-amal yang dilakukan oleh manusia selama satu tahun, dan pada malam itu pula Allah SWT membagi-bagikan REJEKI-Nya

diriwayatkan oleh Syaidina Ali ra.  bahwa Rosulullah SAW bersabda ” Jika tiba pertengahan baulan Sya’ban, maka bangunlah kamu pada malam harinya bersholat dan pada siang harinya berpuasa.  Karena Allah pada saat itu turun kelangit bumi diwaktu matahari terbenam. dan berfirman “Adakah yang meminta-minta, akan Ku beri permintaannya dan adakah yang beristighfar akan Ku ampuni ia dan adakah yang mengharapkan rejeki akan Ku berikannya” demikian sampai fajar menyingsing..

dan riwayatkan oleh Nasher Bin Said bahwa Rosulullah SAW bersabda ” Ketika tiba malam ke 13 bulan Sya’ban. datanglah padaku. Jibril seraya berseru : ” Hai Muhammad ! tibalah saatnya Sholat Tahajjut untuk menyampaikan permohonan-permohonanmu bagi umatmu”. kemudian datang lagi di waktu fajar dan berkata :  ” Hai Muhammad !  sesungguhnya Allah SWT, telah menyerahkan kepadamu sepertiga dari umatmu”. Lalu menangislah Rosulullah SAW dan bertanya. bagiamana nasih umatku duapertiganya yang lainnya ?  Jibril menjawab : aku tidak tahu”.  Akan tetapi datang lagi Jibril pada malam keempat belas menyuruh NABI Bangun untuk Sholat Tahajjut, kemudian diwaktu fajar datang Jibril memberi tahu bahwa Allah SWT telah memberi kepadamu dua pertiga dari Umatmu.  Lalu NABI menangis  dan bertanya : Bagaimana nasib yang sepertiga dari umatku ??? Jibril menjawab saya tidak tahu .  Tetapi Jibril datang lagi dalam malam kelima belas (Malam Baro’ah) dan menyampaikan berita gembira kepada Nabi Muhammad SAW : Bahwa Allah SWT telah menyerahkan kepadamu tentang umatnya KECUALI mereka yang Musyrik.  Berkata Jibril kepada Nabi Muhammad SAW : ” Angkatlah kepalamu dan pandanglah ke atas”  Rosulullah melihat bahwa pintu-pintu langit terbuka dan para Malaikat dari mulai langit, bumi dan Arsy bersujud beristighfar memintakan ampun bagi Umat Muhammad SAW.  Sedang pada tiap pintu berada seorang Malaikat yang berada di pintu langit pertama ” BAHAGIALAH  orang RUKU’ pada malam ini.  Pada Pintu langit kedua berkatalah Para Malaikat :  BAHAGIALAH orang SUJUD pada malam ini.  Pada pintuk langit ketiga para Malaikat berkata ” BAHAGIALAH bagi orang yang BERZHIKIR  pada malam ini. para Malaikat pada Pintu Langit ke empat berkata “BAHAGIALAH barang siapa yang BERDO’A pada malam ini Pada pintu langit ke lima Pra Malaikat berkata ” BAHAGIALAH barang siapa yang MENANGIS pada malam ini karena takut kepada Allah SWT. dan pada Pintu langit ke enam berkata para Malaikat ”  BAHAGIALAH orang yang beramal kebajikan pada malam ini.  para Malaikat pada pintu langit ke tujuh para Malaikat berkata ” BAHAGIALAH orang yang membaca Al QUR’AN malam ini.  Kemudian terdengarlah panggilan  : Adakah orang yang meminta untuk dikaabulkan permintaannya ? Adakah orang yang berdo’a untuk diterima do’anya  ??  Adakah orang yang bertaubat untuk diterima taubatnya ?? dan Adakah orang yang beristighfar untu diampuni dosa-dosanya.

dan disebutkan dalam hadist lainnya  Rosulullah SAW Bersabda ” Pintu-pintu rahmat terbuka bagi umatku dari permulaan malam hingga fajar menyingsing.  Sesungguhnya Allah SWT dalam malam ini membebaskan dari neraka sebanyak bilangan rambut domba milik Bani Kaleb.

Allahuakbar demikian Rosul berharap umatnya memperoleh keistimewaan dalam menjalani hidup pada akhir zaman ini, sehingga tak henti-hentinya Rosul berhadap kepada Allah SWT agar umatnya memperoleh keistimewaan ibadah dalam waktu yang singkat  hidup ini.    Tinggal kita bisa merenung lebih dalam tentang HAKEKAT hidup yang  sebenarnya ??? . karena hidup di dunia ini serba singkat, dan pendek serta tidak ada yang kekal semuanya akan kita tinggalkan selain Amalan-amalan yang sholeh dan ikhlas. semoga kita bisa memaknai HIDUP dalam suasan Nisfu Sya’ban lebih SAKRAL  amin

Iklan

oleh Abdul Chalim Ma’ruf

Bulan sya’ban adalah bulan yang dimuliakan oleh Alloh dan termasuk 4 bulan yang MULIA disisi oleh diperuntukkan Umat Muchammad Rosulullah seperti yang perna disabdakan Baginda Rosul ” Kelebihan bulan Sya’ban di atas lain lain bulan seperti kelebihannku di atas nabi-nabi.  Sedangkan kelebihan bulan Romadhon atas lain lain bulan seperti kelebihan Alloh atas hamba-Nya”  oleh karena itu patutlah kita mengagungkan bulan Sya’ban dan dalam Hadist lainnya Rosulullah bersabda ” Barang siapa memuliakan bulan Sya’ban, bertaqwa dan bertaat kepada Alloh SWT dan menahan dirinya tidak berbuat maksiat, Alloh mengampuni dosa-dosa dan mengamankan dari Bala’/musibah serta penyakit dalam satu tahun itu.

Dalam Kitab Dharul Nasikhin disebutkan pula bahwa bulan Rajab adalah bulan untuk mensucikan BADAN,  bulan Sya’ban untuk mensucikan HATI, dan bulan Romadhon untuk mensucikan JIWA.  Maka barang siapa menusucikan badan dalam bulan Rajab, ia mensucikan hatinya dalam bulan Sya’ban dan barang siapa mensucikan hatinya dalam bulan Sya’ban berarti ia mensucikan  jiwanya dalam bulan Romadhon.  bahkan orang ahli Hikma mengatakan ” bulan Rajab adalah bulan untuk beristighfar dari segala dosa, bulan Sya’ban untuk memperbaiki hati dari segala noda dan aib, bulan Romadhon untuk menerangkan/menyinari HATI dan Lailatul Qodar untuk mendekatkan kepada Alloh SWT.

Oleh sebabkan patutlah kita sebagai Umat Rosulullah menghiasi diri dengan melakukan taat dan memperbanyak membaca Al Qur’an dan beristighfar serta Berselawat kepada Baginda Rosulullah SAW, demikian ketaat dan Taqwa akan semakin meningkat sehingga pada akhirnya tatkalah kita dipanggil Alloh (wafat) dalam keadaan Khusnul Khotimah.

Karena Bulan Sya’ban bulan untuk berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Alloh SWT seperti yang telah difirmankan dalam Al Qur’an Surat Asy-Syuura “Barang siapa menghendaki keuntungan di akherat akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian kecil dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian di akherat.  yang jelas mereka akan menjadi orang yang rugi

Oleh sebab itu orang-orang sholeh pada malam Nisfu Sya’ban lebih giat, lebih semangat dan lebih ketaatannya kepada Alloh SWT, karena mereka memahami dan mengerti bahwa pada Malam itu semua amal-amalan kita dalam 1 tahun diaturkan/dilaporkan kepada Alloh Ajawajallah.  seperti yang sabdakan Rosulullah SAW “Alloh menaikkan amal-amal hamba-Nya dalam bulan ini. artinya malam Nisfu Sya’ban.   demikian juga para sholikhu Sholeh selalu berwasiat kepada putra-putrinya, satri-santrinya, diajak pada malam itu membaca Surat Yasin 3 x  bersama dan mempebanyak membaca Istighfar, Tasbih danTasmid serta Selawat kepada Baginda Rosulullah SAW.  bahkan semua aktivitas malam itu ditujukan/diperuntukkan ketaatan kepada Alloh SWT semat-mata mencari Ridho Illahirobby.diriwatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa Baginda Rosul bersabda yang artinya ” datang padaku Jibril pada malam pertengahan (malam Nisfusya’ban), Hai Muhammad !!!!  malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintu rakhmat terbuka, maka bangun dan  sebanyanglah dan angkatlah kepala (berdo’a)  &  kedua tanganmu ke langit “.  “Malam apakah ini hai Jibril” aku bertanya.  Menjawab Jibril : inilah suatu malam dimana dibuka 300 pintu rahmat, dimana Alloh SWT mengampuni dosa-dosa hmba nya selama mereka tidak Musrik (menyekutukan Alloh SWT), tukang sihir, tukang nujun (ahli bedek/para normal), pamabuk (narkoba), pelaku zina (pelacur), pemakan harta riba, durhaka kepada orang tua, tukang fitnah (adu domba), memutus hubungan keluarga. mareka tidak diampuni selama mereka tidak bertaubat”. lalu Rosulullah SAW keluar melakukan sholat dan seraya menangis Rosulullah SAW berdo’a dalam sujudnya : ” Yaaa Robbb ya Tuhanku !!! aku berlindung kepada-Mu dari Azab-Mu dan kemarahan-Mu.  Aku tidak dapat menghitung pujian-pujian bagi-Mu sebagimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.  bagi-Mu segala puji sampai Engkau Ridho dan puas.

Dengan Riwayat tersebut di atas jelaslah Rosul aja berbuat demikian agar umatnya selalu memohon berlindungan kepada Alloh dan selalu berharap banyak kepada kebesaran Alloh SWT dan tidak diperkenankan kita untuk PUTUS ASAH atas Rahmat Alloh, dalam bentuk kepasrahan inilah yang hakeki kepada  Alloh SWT.  dengan MOMENTUM demikian ayooo kita ajak putra-putri kita lebih banyak takarrub  lebih mendekatkan diri dalam suatu suasa  NISFU SYA’BAN yang lebih Syakrar, lebih hitmat  dan tidak menyimpang dari kaidah hukum syar i.. itu semua ajaran Ahli Sunnah Waljamah.