oleh Abdul Chalim Ma’ruf

Bulan sya’ban adalah bulan yang dimuliakan oleh Alloh dan termasuk 4 bulan yang MULIA disisi oleh diperuntukkan Umat Muchammad Rosulullah seperti yang perna disabdakan Baginda Rosul ” Kelebihan bulan Sya’ban di atas lain lain bulan seperti kelebihannku di atas nabi-nabi.  Sedangkan kelebihan bulan Romadhon atas lain lain bulan seperti kelebihan Alloh atas hamba-Nya”  oleh karena itu patutlah kita mengagungkan bulan Sya’ban dan dalam Hadist lainnya Rosulullah bersabda ” Barang siapa memuliakan bulan Sya’ban, bertaqwa dan bertaat kepada Alloh SWT dan menahan dirinya tidak berbuat maksiat, Alloh mengampuni dosa-dosa dan mengamankan dari Bala’/musibah serta penyakit dalam satu tahun itu.

Dalam Kitab Dharul Nasikhin disebutkan pula bahwa bulan Rajab adalah bulan untuk mensucikan BADAN,  bulan Sya’ban untuk mensucikan HATI, dan bulan Romadhon untuk mensucikan JIWA.  Maka barang siapa menusucikan badan dalam bulan Rajab, ia mensucikan hatinya dalam bulan Sya’ban dan barang siapa mensucikan hatinya dalam bulan Sya’ban berarti ia mensucikan  jiwanya dalam bulan Romadhon.  bahkan orang ahli Hikma mengatakan ” bulan Rajab adalah bulan untuk beristighfar dari segala dosa, bulan Sya’ban untuk memperbaiki hati dari segala noda dan aib, bulan Romadhon untuk menerangkan/menyinari HATI dan Lailatul Qodar untuk mendekatkan kepada Alloh SWT.

Oleh sebabkan patutlah kita sebagai Umat Rosulullah menghiasi diri dengan melakukan taat dan memperbanyak membaca Al Qur’an dan beristighfar serta Berselawat kepada Baginda Rosulullah SAW, demikian ketaat dan Taqwa akan semakin meningkat sehingga pada akhirnya tatkalah kita dipanggil Alloh (wafat) dalam keadaan Khusnul Khotimah.

Karena Bulan Sya’ban bulan untuk berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Alloh SWT seperti yang telah difirmankan dalam Al Qur’an Surat Asy-Syuura “Barang siapa menghendaki keuntungan di akherat akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian kecil dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian di akherat.  yang jelas mereka akan menjadi orang yang rugi

Oleh sebab itu orang-orang sholeh pada malam Nisfu Sya’ban lebih giat, lebih semangat dan lebih ketaatannya kepada Alloh SWT, karena mereka memahami dan mengerti bahwa pada Malam itu semua amal-amalan kita dalam 1 tahun diaturkan/dilaporkan kepada Alloh Ajawajallah.  seperti yang sabdakan Rosulullah SAW “Alloh menaikkan amal-amal hamba-Nya dalam bulan ini. artinya malam Nisfu Sya’ban.   demikian juga para sholikhu Sholeh selalu berwasiat kepada putra-putrinya, satri-santrinya, diajak pada malam itu membaca Surat Yasin 3 x  bersama dan mempebanyak membaca Istighfar, Tasbih danTasmid serta Selawat kepada Baginda Rosulullah SAW.  bahkan semua aktivitas malam itu ditujukan/diperuntukkan ketaatan kepada Alloh SWT semat-mata mencari Ridho Illahirobby.diriwatkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa Baginda Rosul bersabda yang artinya ” datang padaku Jibril pada malam pertengahan (malam Nisfusya’ban), Hai Muhammad !!!!  malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintu rakhmat terbuka, maka bangun dan  sebanyanglah dan angkatlah kepala (berdo’a)  &  kedua tanganmu ke langit “.  “Malam apakah ini hai Jibril” aku bertanya.  Menjawab Jibril : inilah suatu malam dimana dibuka 300 pintu rahmat, dimana Alloh SWT mengampuni dosa-dosa hmba nya selama mereka tidak Musrik (menyekutukan Alloh SWT), tukang sihir, tukang nujun (ahli bedek/para normal), pamabuk (narkoba), pelaku zina (pelacur), pemakan harta riba, durhaka kepada orang tua, tukang fitnah (adu domba), memutus hubungan keluarga. mareka tidak diampuni selama mereka tidak bertaubat”. lalu Rosulullah SAW keluar melakukan sholat dan seraya menangis Rosulullah SAW berdo’a dalam sujudnya : ” Yaaa Robbb ya Tuhanku !!! aku berlindung kepada-Mu dari Azab-Mu dan kemarahan-Mu.  Aku tidak dapat menghitung pujian-pujian bagi-Mu sebagimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.  bagi-Mu segala puji sampai Engkau Ridho dan puas.

Dengan Riwayat tersebut di atas jelaslah Rosul aja berbuat demikian agar umatnya selalu memohon berlindungan kepada Alloh dan selalu berharap banyak kepada kebesaran Alloh SWT dan tidak diperkenankan kita untuk PUTUS ASAH atas Rahmat Alloh, dalam bentuk kepasrahan inilah yang hakeki kepada  Alloh SWT.  dengan MOMENTUM demikian ayooo kita ajak putra-putri kita lebih banyak takarrub  lebih mendekatkan diri dalam suatu suasa  NISFU SYA’BAN yang lebih Syakrar, lebih hitmat  dan tidak menyimpang dari kaidah hukum syar i.. itu semua ajaran Ahli Sunnah Waljamah.