Dalam sejarah  keberadaan umat manusia mulai dari Nabiyullah ADAM As  s.d.  Nabi Isa As, tidak ada yang menyamai Kegigihan dan Kesabaran demi  memperjuangkan Umatnya KECUALI  Muhammad Rosulullah SAW.  bagaimana mana sepak terjangnya beliau  mulai dari Sholat  50 waktu   s.d. bisa  5 waktu (diperoleh dalam Isro’ mi’rat) , Ibadah 80 tahun lebih namun bagi Umat Muhammad bisa dilakukan hanya satu hari satu malam Yakni Ibadah dalam Malam Lailatul Qodar.  demikian juga amal  satu tahun bisa dilaporkan waktunya hanya dalam satu hari  yaitu Malam Nisfu Sya’ban/Malam Baro’ah.  semua itu jeri payah Muhammad Rosulullah SAW.  Apakah kita tidak bersyukur kepada Nya, apakah kita lalai atas jerih Payahnya. Sehingga Malam-malam yang AGUNG disepelehkan, dilupakah bahkan dibuat maksiat kapda Allah SWT ?   Alangkah naifnya HIDUP kita kelak akan bertemu dengan kepayaan yang luar biasa di Hari Qiamat  sebagai SANGU/BEKAL  kita menghadap Illahirobbi. jika kita tidak bisa memanfaatkan Malam-Malam Istimewah itu tentu kita rugi sendiri.

dinamakan Malam Baro’ah karena Allah pada malam itu (Malam Nisfu Sya’ban) membebeskan para musuh-Nya dan orang orang durhaka dari syurga.  sedangkan hamba-hambanya yang bertaqwa dan dikasih-sayangi dibebaskan dari api neraka.  Juga dikatakan bahwa pada malam itu TERANGKATLAH dari bumi semua amal-amal yang dilakukan oleh manusia selama satu tahun, dan pada malam itu pula Allah SWT membagi-bagikan REJEKI-Nya

diriwayatkan oleh Syaidina Ali ra.  bahwa Rosulullah SAW bersabda ” Jika tiba pertengahan baulan Sya’ban, maka bangunlah kamu pada malam harinya bersholat dan pada siang harinya berpuasa.  Karena Allah pada saat itu turun kelangit bumi diwaktu matahari terbenam. dan berfirman “Adakah yang meminta-minta, akan Ku beri permintaannya dan adakah yang beristighfar akan Ku ampuni ia dan adakah yang mengharapkan rejeki akan Ku berikannya” demikian sampai fajar menyingsing..

dan riwayatkan oleh Nasher Bin Said bahwa Rosulullah SAW bersabda ” Ketika tiba malam ke 13 bulan Sya’ban. datanglah padaku. Jibril seraya berseru : ” Hai Muhammad ! tibalah saatnya Sholat Tahajjut untuk menyampaikan permohonan-permohonanmu bagi umatmu”. kemudian datang lagi di waktu fajar dan berkata :  ” Hai Muhammad !  sesungguhnya Allah SWT, telah menyerahkan kepadamu sepertiga dari umatmu”. Lalu menangislah Rosulullah SAW dan bertanya. bagiamana nasih umatku duapertiganya yang lainnya ?  Jibril menjawab : aku tidak tahu”.  Akan tetapi datang lagi Jibril pada malam keempat belas menyuruh NABI Bangun untuk Sholat Tahajjut, kemudian diwaktu fajar datang Jibril memberi tahu bahwa Allah SWT telah memberi kepadamu dua pertiga dari Umatmu.  Lalu NABI menangis  dan bertanya : Bagaimana nasib yang sepertiga dari umatku ??? Jibril menjawab saya tidak tahu .  Tetapi Jibril datang lagi dalam malam kelima belas (Malam Baro’ah) dan menyampaikan berita gembira kepada Nabi Muhammad SAW : Bahwa Allah SWT telah menyerahkan kepadamu tentang umatnya KECUALI mereka yang Musyrik.  Berkata Jibril kepada Nabi Muhammad SAW : ” Angkatlah kepalamu dan pandanglah ke atas”  Rosulullah melihat bahwa pintu-pintu langit terbuka dan para Malaikat dari mulai langit, bumi dan Arsy bersujud beristighfar memintakan ampun bagi Umat Muhammad SAW.  Sedang pada tiap pintu berada seorang Malaikat yang berada di pintu langit pertama ” BAHAGIALAH  orang RUKU’ pada malam ini.  Pada Pintu langit kedua berkatalah Para Malaikat :  BAHAGIALAH orang SUJUD pada malam ini.  Pada pintuk langit ketiga para Malaikat berkata ” BAHAGIALAH bagi orang yang BERZHIKIR  pada malam ini. para Malaikat pada Pintu Langit ke empat berkata “BAHAGIALAH barang siapa yang BERDO’A pada malam ini Pada pintu langit ke lima Pra Malaikat berkata ” BAHAGIALAH barang siapa yang MENANGIS pada malam ini karena takut kepada Allah SWT. dan pada Pintu langit ke enam berkata para Malaikat ”  BAHAGIALAH orang yang beramal kebajikan pada malam ini.  para Malaikat pada pintu langit ke tujuh para Malaikat berkata ” BAHAGIALAH orang yang membaca Al QUR’AN malam ini.  Kemudian terdengarlah panggilan  : Adakah orang yang meminta untuk dikaabulkan permintaannya ? Adakah orang yang berdo’a untuk diterima do’anya  ??  Adakah orang yang bertaubat untuk diterima taubatnya ?? dan Adakah orang yang beristighfar untu diampuni dosa-dosanya.

dan disebutkan dalam hadist lainnya  Rosulullah SAW Bersabda ” Pintu-pintu rahmat terbuka bagi umatku dari permulaan malam hingga fajar menyingsing.  Sesungguhnya Allah SWT dalam malam ini membebaskan dari neraka sebanyak bilangan rambut domba milik Bani Kaleb.

Allahuakbar demikian Rosul berharap umatnya memperoleh keistimewaan dalam menjalani hidup pada akhir zaman ini, sehingga tak henti-hentinya Rosul berhadap kepada Allah SWT agar umatnya memperoleh keistimewaan ibadah dalam waktu yang singkat  hidup ini.    Tinggal kita bisa merenung lebih dalam tentang HAKEKAT hidup yang  sebenarnya ??? . karena hidup di dunia ini serba singkat, dan pendek serta tidak ada yang kekal semuanya akan kita tinggalkan selain Amalan-amalan yang sholeh dan ikhlas. semoga kita bisa memaknai HIDUP dalam suasan Nisfu Sya’ban lebih SAKRAL  amin