MERENUNG LEBIH BERMAKNA

Dalam alam yang fana ini orang lebih bijak dalam melangka manaklah merenung lebih di dahulukan dari pada tindakan yang sembrono

Alangkah naifnya jika seseorang bertindak tanpa didasari ilmu yang hakiki, maka tindakan itu akan sia-sia. Orang-orang bijak lebih banyak merenung dan menyediri tanpa tepi, guna menerima Nur Illahi yang menuntunnya. Tapi Ingat bukan menyediri itu indah, perlu dibarengi dengan Ilmu Aqidah yang tinggi dan pemahaman Al Qur’an dan Hadist untuk memperoleh petunjuk Illahi dalam bentuk Ilham.

Ingat di akhir zaman seperti ini, orang mengatakan ada Mu’Jizat, Mustikhil Mu’jizat ada dan Mu’Jizat hanya diturunkan kepada Nabi. Se3dangkan Nabi Akhir adalah Muchammad Rosululloh.

Yang ada hanya Ilham dan Karomah. Tapi jika seseorang menyediri tanpa diikuti dengan Ilmu Syariah, niscaya Setan dan Jin yang akan membisikinya. Ingat Tatkalah Syeh Abdul Qodir Jaelani.

Jangan heran diakhir zaman orang setelah menyepi dan merenung lebih dalam setelah dia mengatakan bertemu dengan Malaikat Jibril dan Mengaku dia dianggat menjadi Rosul atau Nabi yang lebih naïf lagi mengaku Bertemu dengan Alloh swt

Yang dimaksud dengan merenung yang bermakna adalah mereka berdzikir dengan menghamba kan diri dengan tulus dan iklhas, guna mendapatkan ridhoNya. Jangan berkawan seseorangg yang tidak membangkitkan semangat taat kepada Alloh, amal kelakuannya dn tidak memimpin engkau ke jalan Alloh. Rosul bersabda “Seorang akan mengikuti pendirian (kelakukan) temannya, kerena itu tiap orang harus memilih siapakah yang harus didekati sebagai kawan (teman)”

Sufyan Astsauri berkata “ siapa yang bergaul dengan orang banyak harus mengikuti mereka, dan siapa yang mengikuti mereka harus bermuka-muka pada mereka, dan siapa yang bermuka-muka kepada mereka, maka binasa seperti mereka pula. Kita diingatkan pula oleh Sahl Bin Abdulloh Berhati-hatilah (jangan) berkawan dengan tiga macam manusia

  1. Penjabat pemerintah yang kejam
  2. Ahli quraa’ yang bermuka-muka
  3. Orang tasawuf gadungan (yang bodoh tentang hakekat tasyawuf)

Oleh karena itu merenung lebih bermakna dalam menyikapi hidup dan hidup harus banyak berenung tentang hakekat hidup sesungguhnya.

merenung

10 Tanggapan to “Tentang Kami”

  1. Chalim Says:

    Assalamu’alaikum wr wb..

    Alhamdulillah… bisa bersilaturahim ke blog Bpk..

    salam kenal dr Abdul Chalim junior:mrgreen:

    1. abdchalim Says:

      makasih anda sebagai unior saya
      tapi semogalah andanya menjadi orang yang sholeh dan taat
      hadapi lingkungan dengan ramah dan lemah lembut niscaya lingkungan itu
      akan berbuat yang sama dengan itu juga

    2. abdchalim Says:

      Salama kembali ” Bagaimana keadaanmu” sehat sehat saja ? SEMOGA ALLOH SENANTIASA MEMBERIKAN PETUNJUKKAN dalam menemukan jalan DiridhoiNya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s